Wallace, Bisa Jadi Inspirasi Bagi Jurnalis dan Travel Blogger

Tokoh penjelajah asal Inggris yang bersejarah menemukan keanekaragaman hayati di Indonesia bagian Timur, Alfred Russel Wallace, dipandang bisa menjadi ikon bagi jurnalis masa kini dan para travel blogger.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 16 Oktober 2018 19:58 WIB
Jurnalis senior Aristides Katoppo (berdiri) mengaku sebagai penggemar Alfred Russel Wallace.

Bisnis.com, JAKARTA – Tokoh penjelajah asal Inggris yang bersejarah menemukan keanekaragaman hayati di Indonesia bagian Timur, Alfred Russel Wallace, dipandang bisa menjadi ikon bagi jurnalis masa kini dan para travel blogger.

Mantan Ketua Umum Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) periode 2009-2018, Sangkot Marzuki mengatakan upaya menghidupkan tokoh Wallace di Indonesia sangat krusial. Pasalnya, Wallace adalah pribadi yang penuh rasa ingin tahu dan bisa berpetualang dengan bebas tanpa beban, mengikuti saja kemana arah angina membawa dia dan kapalnya.

“Dia ini masih muda, semangat keingintahuannya tinggi. Lalu dia berkeliling. Dia itu keinginan tahunya yang sekarang di masyarakat kita mulai hilang dan tidak dipertahankan atau dikembangkan,” jelas Sangkot kepada Bisnis, Selasa (16/10/2018) di Perpustakaan Nasional.

Sangkot menerangkan kaingintahuan adalah poin paling penting yang kontekstual  bagi masyarakat Indonesia. Dia menilai saat ini anak muda Indonesia sangat mencari dan cepat terinspirasi dari tokoh-tokoh yang penuh semangat kebebasan berpetualang seperti Wallace.

Selain itu, Sangkot juga menyebut dari segi bioteknologi, daerah yang didatangi oleh Alfred Russel Wallace, yakni di Indonesia bagian Timur atau akrab disapa Wallace Line ini memiliki keunikan yang sangat banyak. Misalnya, sumber daya alam bisa menjadi pusat penghasil energi sampai rempah-rempah dari Wallacea.

Jurnalis Senior dan pengagum Wallace, Aristides Katoppo menyatakan sosok Wallace adalah sosok yang sebenarnya banyak menginspirasi para jurnalis, khususnya jurnalis muda. Sebagai seornag jurnalis senior, Aristides menilai Wallace mewarisi kepekaan utama seorang jurnalis dalam hal mengobservasi suatu temuan. Wallace juga menjadi pribadi yang menulis dengan bebas tanpa beban tertentu.

“Saya penggemar dan pengagum Wallace. Saya termasuk salah seorang yang terinspirasi dari perjalanan dan tulisan dia. Khususnya sebagai seorang wartawan, menurut saya dia adalah pribadi yang jitu dan jeli,” terang Aristides.

Aristides menambahkan, dia bisa menangkap dan menceritakan detail yang mungkin terabaikan sebagai bagian dari cerita. Misalnya, tentang ciri tumbuhan, tentang bagaimana perilaku hewan. Misalnya saja perilaku tiga hewan pemangsa durian yakni Harimau, Gajah, dan Manusia. Ini menjelaskan bahwa harimau pada saat tertentu menyerang manusia, bisa jadi hanya karena perkara berebut durian.

Aristides menilai, sosok yang mungkin paling menyerupai Wallace saat ini selain jurnalis adalah golongan travel blogger.

“Dia pribadi yang belajar dari kenyataan, learn from reality. Dan dia juga penggemar mistik,” tambah Aristides.

Sebagai informasi, Alfred Russel Wallace, seorang penjelajah Indonesia tahun 1854-1862 yang mendokumentasikan karyanya dalam tulisan berjudul The Malay Archipelago yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi "Kepulauan Nusantara."

 Di bangku sekolah, Wallace dikenal sebagai penemu garis imajiner, Wallace Line untuk membagi wilayah di Indonesia. Dia membagi keaneka ragaman hayati itu dari sebelah Timur Filipina, melalui Selat Makassar, sampai ke perairan Bali dan Nusa Tenggara.

Wallace akrab dikenal sebagai "Bapak Biogeografi" ini memang memberi banyak sumbangsih atas temuan dia pada ratusan spesies hewan dan tanaman di Indonesia. Tak hanya itu, dokumen perjalanan Wallace sangat bersifat pribadi sehingga sarat dengan cerita-cerita interaksi antar etnis dalam setiap perjalanannya.

Dia lantas mendokumentasikan perjalanannya ke dalam buku berjudul “The Malay Archipelago”. Perjalanan keilmuan Alfred serta daerah Wallacea merupakan kisah klasik yang tidak hanya menceritakan tentang temuan – temuan biodiversitas dan keanekaragaman hayati, namun juga kekayaan budaya, bahasa, serta peta perpindahan manusia purba di Nusantara. Beberapa contoh ada jejak perjalanan Wallace dari Sulawesi hingga Lombok, dan interaksi dengan raja Gowa sampai raja Lombok.

Tag : jurnalis
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top