Pasien Harapkan Peningkatan Upaya Preventif Penyakit Kanker

Cancer Information and Support Center atau CISC mengimbau pemerintah untuk meningkatkan upaya preventif kanker terhadap masyarakat.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 01 November 2018 22:22 WIB
Ilustrasi kanker payudara - boldsky

Bisnis.com, JAKARTA -- Cancer Information and Support Center atau CISC mengimbau pemerintah untuk meningkatkan upaya preventif kanker terhadap masyarakat.

Aryanthi Baramuli Putri, salah satu pendiri CISC menyebut organisasi ini berdiri pada 2003 tatkala dia pun baru didiagnosa menderita kanker. Lahirnya CISC bertujuan memberikan informasi kepada penderita kanker. Maklum saja, 16 tahun lalu, informasi soal penyakit kanker dan pengobatannya di Indonesia belum maju seperti saat ini.

Oleh sebab itu beberapa catatan penting CISC atas penyuluhan terhadap penderita kanker adalah kurangnya upaya preventif pemerintah.

Aryanthi bercerita dia bisa mengatasi penyakit kanker payudara karena melakukan pemeriksaan sendiri. Dia mengaku pada usianya yang 37 tahun saat itu dia harus segera melakukan pengobatan medis hingga ke luar negeri.

"Saya bersyukur bisa terdeteksi dini dan bisa menjalani upaya preventif," kata Aryanthi di Hotel JS Luwansa, Kamis (1/11/2018).

Arya menegaskan bahwa para pasien kanker adalah penderita penyakit katastropik. Pasien kanker menjadi tidak produktif, kualitas hidup menurun, bangkrut, lantas meninggal.

"Sebenarnya sistem kesehatan di Indonesia sudah sangat berkembang. Namun jika suara pasien didengarkan sistem ini akan bertumbuh lebih baik. Biar bagaimanapun yang merasakan adalah pasien," ujarnya.

Beberapa upaya preventif yang perlu diupayakan misalnya; menggencarkan promosi melalui iklan layanan masyarakat. Bisa juga dengan cara penambahan kapasitas BPJS untuk kanker. Sejumlah hal ini perlu ada percepatan. Tantangan lain adalah menambah tenaga kesehatan yang masih kurang untuk penyakit katastropik ini.

"Dengan upaya preventif, deteksi dini lebih awal, maka tingkal survival rate pasien menjadi lebih tinggi. Sebab ditemukan lebih awal dan diobati, bahkan kalau lebih awal dia masih bisa disembuhkan," terang Aryanthi.

Saat ini angka kanker terbanyak adalah kanker payudara 16,7%, kanker serviks ada 9,3%, kanker paru-paru ada 8,6%, dan kanker colorectolum ada 8,6%, serta kanker hati yakni 5,3%.

Tag : kanker
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top