Rahasia Ayah, dan Lima Wanita dari Generasi Berbeda

Seorang lelaki tua bernama Martin, tengah duduk mewawancarai bakal calon pembantu rumah tangganya bernama Anna.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 02 November 2018 17:44 WIB
Teater Pandora mementaskan pertunjuakan 'Rumah Rahasia Perempuan' di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM)./JIBI - BISNIS/Gloria Fransisca Katharina Lawi

Bisnis.com, JAKARTA – Seorang lelaki tua bernama Martin, tengah duduk mewawancarai bakal calon pembantu rumah tangganya bernama Anna.

Dia akan mengurus rumah serta mengurus istrinya yang sakit-sakitan bernama Martha.

Itu adalah rekam adegan pembuka pementasan Rumah Rahasia Perempuan yang diadakan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) oleh Teater Pandora. Pementasan ini berlangsung mulai 1 November 2018 sampai 3 November 2018.

Rumah Rahasia Perempuan adalah diadaptasi dari naskah peraih The Pulitzer Prize tahun 2008, August: Osage County karya Tracy Letts.

Pertama kali dipentaskan di Indonesia, Rumah Rahasia Perempuan bercerita tentang sebuah keluarga yang mengalami disfungsi, karena ketiadaan seorang ayah. Cerita berpusat pada kehidupan lima orang perempuan dari 3 generasi dengan segala permasalahannya.

Adapun Martha, sang ibu berusia 58 tahun dengan problem kejiwaan dan kecanduan obatnya; Diana, Lisa, dan Mia, anak-anak Martha dengan masalah keluarga, asmara, dan karir mereka masing-masing; serta Arlen, remaja berusia 16 tahun yang mewakili generasi milenial dengan masalah pencarian jati diri dan pemberontakannya.

Martha, dalam kesendirian ditemani seorang pelayan bernama Anna. Dia akhirnya kembali bertemu dengan anak-anaknya yang telah lama pergi meninggalkan rumah. Namun, pertemuan ini terjadi setelah mereka mendapat kabar bahwa Martin, ayah mereka—satu-satunya laki-laki dalam keluarga, menghilang.

Pertemuan ini malah menguak berbagai rahasia dan masalah yang selama ini disembunyikan. Empat perempuan dewasa, penuh rahasia, berkumpul kembali di rumah masa kecil mereka, dihadapkan pada dua pilihan yakni bertahan dengan ibu mereka yang kacau; atau pergi meninggalkan rumah.

Founder Teater Pandora, Maharani Megananda, mengatakan proses kreatif untuk karya ini tersebut emakan waktu 7 bulan, sudah termasuk proses adaptasi dan bedah naskah.

Naskah yang baru pertama kali tampil di panggung Indonesia ini memang sangat jarang diadaptasi, atau mungkin belum ada kelompok teater di Indonesia yang membawakan naskah realis-modern di atas tahun 2000.

Kemudian, lebih daripada itu, hal ini juga merupakan suatu ikhtiar dari Pandora untuk terus mengembangkan teater realis-adaptasi Indonesia to the next level.

Sutradara Rumah Rahasia Perempuan, Yoga Mohamad menuturkan pemilihan naskah didasarkan pada kepedulian pada anak-anak muda yang memiliki masalah dalam keluarga.

Pada akhirnya permasalahan mereka bisa berimbas pada kesehatan mental seperti; depresi, rasa cemas berlebihan, ataupun perasaan selalu sendiri. Berbagai permasalahan ini, jika tidak ditangani dengan baik, dapat berujung pada perilaku menyimpang seperti kecaduan obat dan alkohol, hingga bunuh diri.

Yoga berpendapat, banyak orang yang tidak tahu harus berbuat apa, atau harus bicara ke siapa untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tim kreatif juga menemukan bahwa banyak dari masalah kesehatan mental itu asalnya dari permasalahan keluarga.

“Dan dalam banyak keluarga, masalah ini tidak pernah dibahas secara terbuka. Akhirnya banyak dari mereka yang terlepas dari keluarga dan jadi orang yang pemurung atau lari ke hal-hal yang negatif. Banyak keluarga take it for granted bahwa keluarga mereka harmonis dan baik-baik saja, padahal kenyataannya tidak,” terang Yoga.

Menurut Yoga, komunikasi dan keterbukaan dalam keluarga adalah kunci. Teater Pandora ingin menjadikan proses akting sebagai terapi, sehingga penampilan ini sebenarnya baik buat orang-orang dengan permasalahan mental atau keluarga.

“Karena di sini kita diajarkan untuk menjadi manusia yang empati, memaafkan, dan ikhlas,” tutur Yoga.

Melalui Rumah Rahasia Perempuan, Teater Pandora ingin mengajak penonton melihat kembali makna keluarga dalam kehidupan.

Tag : teater
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top