Kasus DBD Terus Bertambah, Kemenkes Minta Warga Aktif Berantas Sarang Nyamuk

Kasus DBD Terus Bertambah, Kemenkes Minta Warga Aktif Berantas Sarang Nyamuk
Rinaldi Mohammad Azka | 05 Februari 2019 05:59 WIB
Ilustrasi-Fogging untuk pencegahan demam berdarah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus bertambah, secara nasional, jumlah kasus hingga 3 Februati 2019 adalah sebanyak 16.692 kasus dengan 169 orang meninggal dunia. Kasus terbanyak ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT, dan Kupang.

Direktur Jenderal Pecegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI dr. Anung Sugihantono, M.Kes mengatakan Jawa Timur masih menduduki jumlah kasus terbanyak di antaranya di Kediri dan Ponorogo.

“Kemarin saya mendapatkan laporan bahwa kepala dinas provinsi dan bupati di Kediri sudah melihat situasi dan kondisi di lapangan. Salah satu yang menarik ditemukan adalah jentik nyamuknya sudah ada di pagar-pagar rumah, karena di bagian rumah di sana menggunakan bambu dan jentik-jentiknya ada di sana,” kata dr. Anung seperti dikutip Bisnis, Senin (4/1/2019).

Demam berdarah itu, lanjutnya, ada diagnosanya. DBD ada yang hanya di tahapan klinis dengan tanda panas pada penderita, kemudian sedikit ada tanda-tanda perdarahan. Kemudian Dengue Shock Syndrome (DSS), yakni kondisi dari demam berdarah yang sudah masuk kepada tahapan syok.

“Kalau sudah syok berarti ada gangguan dari sirkulasi darah atau sejauh ini kejadian yang bisa kita temukan memang yang DSS porsinya tidak lebih dari 10%,” terangnya.

Dengan kondisi seperti itu, Anung menekankan bahwa cara yang paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain itu, diperlukan perilaku hidup bersih dan sehat, memberantas jentik nyamuk di rumah dan sebisa mungkin menghindari gigitan nyamuk seperti tidur dengan memasang kelambu, menggunakan lotion pengusir nyamuk, dan menanam tanaman pengusir nyamuk.

Untuk antisipasi kejadian luar biasa (KLB) DBD, Anung mengatakan sudah menyiapkan mekanisme dan sistem yang baik. Namun ia berharap agar KLB sama sekali tidak terjadi.

Data sebelumnya pada 29 Januari 2019, jumlah kasus DBD mencapai 13.683 dengan jumlah meninggal dunia 133 jiwa.

Tag : demam berdarah
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top