Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kesehatan Mental Berdampak bagi Kegiatan Ekonomi dan Bisnis

Beban pekerjaan atau berbagai masalah dari kehidupan sehari-hari dapat berpengaruh pada kesehatan jiwa atau mental seseorang.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 16 Maret 2019  |  21:51 WIB
 
 
Bisnis.com, JAKARTA - Beban pekerjaan atau berbagai masalah dari kehidupan sehari-hari dapat berpengaruh pada kesehatan jiwa atau mental seseorang.
 
Perlu dipahami bahwa menjaga kesehatan mental atau jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Namun banyak pihak, masih belum memahami dan memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap permasalahan kesehatan mental.
 
Dilansir dari situs Kementerian Kesehatan, depkes.go.id, kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia.
 
Beban penyakit mental di Tanah Air terhitung cukup besar dan tertus mengalami peningkatan.
 
Data Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi ganggunan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 14 juta orang atau 6% dari jumlah penduduk Indonesia.
 
Kemudian, Data Riskesdas 2018 menunjukkan adanya peningkatan prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk dengan umur 15 tahun ke atas yaitu naik menjadi 9,8% dari 6% pada 2013.
 
Meningkatnya jumlah pasien gangguan jiwa di Indonesia, dan nyaris di seluruh dunia, disebabkan pesatnya pertumbuhan hidup manusia, serta beban hidupnya.
 
Di kota metropolitan, masyarakat umumnya rentan terkena sakit jiwa, seperti depresi, alkoholisme, gangguan bipolar, skizofrenia, dan obsesif kompulsif.
 
Dikutip dari situs www.who.int dalam artikel yang berjudul Mental health: massive scale-up of resources needed if global targets are to be met, menyatakan investasi dalam kesehatan mental baik untuk kesehatan, baik untuk ekonomi. 
 
Setiap US$1 yang diinvestasikan dalam meningkatkan pengobatan untuk penyakit mental umum seperti depresi dan kecemasan menyebabkan pengembalian US$4 dalam kesehatan yang lebih baik dan kemampuan untuk bekerja.
 
Sebaliknya, kegagalan untuk bertindak itu mahal. Menurut analisis baru-baru ini, yang menghitung biaya perawatan dan hasil kesehatan di 36 negara berpenghasilan rendah, menengah dan tinggi selama 15 tahun dari 2016-2030, rendahnya tingkat pengakuan dan akses ke perawatan untuk depresi dan gangguan mental umum lainnya, kecemasan, mengakibatkan kerugian ekonomi global satu triliun dolar AS setiap tahun.
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gaya hidup gangguan jiwa
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top