Pameran Foto Sejarah Islam di Australia Digelar di Kota Tua

Sejarah Islam di Australia rupanya memiliki sejarah yang panjang. Bagi Anda yang tertarik untuk mengetahui seputar sejarah Islam di Negeri Kangguru, Anda bisa mengunjungi sebuah pameran foto bertajuk Boundless Plains di Museum Sejarah Jakarta.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 15 April 2019  |  19:34 WIB
Pameran Foto Sejarah Islam di Australia Digelar di Kota Tua
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan meresmikan pembukaan pameran foto Boundless Plains di Museum Sejarah Jakarta - Bisnis/Eva Rianti

Bisnis.com, JAKARTA – Sejarah Islam di Australia rupanya memiliki sejarah yang panjang. Bagi Anda yang tertarik untuk mengetahui sejarah Islam di Negeri Kangguru, Anda bisa mengunjungi sebuah pameran foto bertajuk “Boundless Plains” di Museum Sejarah Jakarta.

Pameran yang berlangsung pada 13—30 April 2019 tersebut memetakan sejarah panjang Islam di Australia, mulai dari pelaut Makassar yang berdagang dengan penduduk asli Yolngu di Australia utara dan penunggang kuda dari Asia Selatan, hingga imigran dari seluruh dunia yang menetap di negara tersebut. 

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan mengungkapkan bahwa pameran yang dikembangkan oleh Islamic Museum of Australia tersebut memberikan informasi tentang bagaimana Islam telah berkembang di Australia selama lebih dari 200 tahun terakhir.

“Islam adalah agama yang besar di Australia dan berkembang pesat dengan laju sekitar 20%,” tuturnya dalam acara pembukaan pameran foto “Boundless Plains” di Museum Sejarah Jakarta, Senin (15/4/2019).

Quinlan menjelaskan bahwa pameran tersbeut menyoroti bahwa Australia sama seperti Indonesia, memperoleh banyak kekuatan dari masyarakat multi agama dan multikultural.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi mengatakan bahwa melalui pameran tersebut diharapkan dapat menciptakan peluang lebih lanjut untuk kemitraan budaya dan pariwisata antara Australia dan Indonesia.

Hingga saat ini, dia menjelaskan, turis asal Australia menduduki peringkat nomor 10 yang paling banyak datang ke Jakarta. Tahun lalu tercatat mendapai angka 87.000 wisatawan dari Australia.

“Hal ini tentu menjadi momentum yang baik buat kita untuk mempromosikan tentang Jakarta pada khususnya dan menjalin kerjasama dengan Kedutaan Besar Australia,” ujarnya.

Pameran foto tersebut ditargetkan mampu menggaet lebih dari 5.000 pengunjung. Bagi Anda yang penasaran dan tertarik tentang sejarah Islam di Australia, tidak harus jauh-jauh ke sana, cukup datang saja ke Museum Sejarah Jakarta di kawasan Kota Tua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
islam

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top