Joko Anwar: Gundala Adalah Mimpi Sejak Kecil

Joko Anwar, sutradara, penulis skenario, dan produser  film, mengaku membawa Gundala ke layar lebar menjadi salah satu impiannya.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  21:16 WIB
Joko Anwar: Gundala Adalah Mimpi Sejak Kecil
Joko Anwar (paling kanan) bersama para pendukung film Gundala. - Bisnis/Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA – Joko Anwar, sutradara, penulis skenario, dan produser  film, mengaku membawa Gundala ke layar lebar menjadi salah satu impiannya. Dia pun  mengungkapkan bahwa proses pembuatan film Gundala adalah salah satu tersulit yang pernah ia garap sebagai sutradara.

Joko menjelaskan bahwa Gundala merupakan salah satu teman yang menemani proses masa kecilnya hingga dewasa. “Senang sekali, dulu baca komik Gundala dari umur 7 tahun kemudian, lihat di layar kaca akhirnya punya cita-cita ingin membuat film Pengabdi Setan dan Gundala," jelasnya.

Dia bercerita ketika dihubungi pihak rumah produksi Screenplay dan juga Bumilangit, pemegang hak cipta komik Gundala. Pertanyaan yang diajukan kepadanya adalah apakah dia pernah membaca komik Gundala. Joko pun lantas diajak bertemu dan membahas ide seperti apa yang ia punya jika berkesempatan menggarap film dari komik karya Hasmi—yang punya nama asli Harya Suaminata—tersebut.

Bagi Joko Anwar, film Gundala merupakan sesuatu yang sudah lama diinginkan untuk dibuat. Sebagai penggemar komik Gundala, kebanggaan baginya untuk dapat menggarap film tersebut.

“Film ini dikerjakan total kurang lebih 2 tahun. Bagi saya, ini salah satu skenario yang paling susah dibikin. Penulisan skenario ditulis sampai 4 bulan. Saya perlu tempat yang tenang, sebagian besar di museum dan kuburan,” cerita Joko Anwar mengenai proses penulisan.

Da menambahkan, “Karakter yang dimiliki Gundala tetap dengan menggunakan catatan yang dibuat oleh Pak Hasmi, tapi sensibilitas Gundala harus cocok dengan keadaan masyarakat zaman sekarang,” ungkapnya.

“Menggarap penulisan naskah film, Gundala ini skenario paling susah karena harus memproyeksikan semangat Hasmi, saya juga meriset banyak tentang Gundala yang tidak ada di dalam komik tetapi Pak Hasmi punya banyak catatan riset soal Gundala, itu yang saya pakai," ungkapnya.

Lulusan Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung ini menjelaskan bahwa terdapat tantangan tersendiri menghadirkan sosok jagoan namun harus bisa dipercaya serta sesuai dengan cerita dan kondisi masyarakat. Dia pun  mengakui bahwa itu merupakan tantangan besar baginya.

“Rumit tetapi harus dapat mengemasnya agar tetap menghibur. Ada dramanya, ada action-nya, tetap menjadi tontonan yang enggak bikin pusing, bisa dinikmati, dan ada sesuatu rasa yang dapat dibawa pulang saat film sudah usai."

Gundala merupakan adaptasi karakter dari komik yang diciptakan oleh Harya Suraminata, yang telah rilis pertama kali sejak 50 tahun yang lalu.

Rencananya film ini juga akan dirilis bertepatan dengan perayaan perilisan pertama komik Gundala. Sebelumnya, komik karangan Harya Suaminata ini berhasil terbit dalam 23 judul di bawah perusahaan hiburan berbasis karakter, Bumilangit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film indonesia

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top