MPASI yang Tepat Bagi Si Buah Hati Mampu Antisipasi Stunting

Masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah bagian penting dari periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) karena pemenuhan nutrisi pada masa tersebut akan menentukan masa depan buah hati.
MPASI yang Tepat Bagi Si Buah Hati Mampu Antisipasi Stunting Eva Rianti | 31 Mei 2019 20:05 WIB
MPASI yang Tepat Bagi Si Buah Hati Mampu Antisipasi Stunting
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi Frieda Handayani - Bisnis/Eva Rianti

Bisnis.com, JAKARTA – Masa pengenalan makanan padat (weaning) atau juga dikenal dengan masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah bagian penting dari periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) karena pemenuhan nutrisi pada masa tersebut akan menentukan masa depan buah hati.

Maka dari itu, pemahamanan dan penerapan kebiasaan makan yang baik dan tepat dari orang tua sangat penting untuk mendukung tercukupinya asupan nutrisi si Kecil pada periode tersebut. Selain kebiasaan makan yang baik, pemenuhan nutrisi juga dapat didukung oleh cara pemberian makanan yang benar.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi dari RS Awal Bros Evasari, Frieda Handayani mengungkapkan bahwa penerapan kebiasaan makan yang baik pada masa pengenalan makanan padat secara bertahap dapat dimulai dengan memperkenalkan tekstur hingga porsi makanan secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan pada tiap tahapan tumbuh kembang anak.

“Anak yang sudah cukup usia, siap secara fisik dan mental, mulai bisa diperkenalkan dengan MPASI yang nutrisi, frekuensi, tekstur, hingga porsinya harus disesuaikan dengan kebutuhan anak. Kriteria ini juga ditetapkan pada panduan MPASI oleh WHO,” tuturnya ketika ditemui Bisnis, baru-baru ini.

Saat ini, ada berbagai metode pengenalan makanan padat atau pemberian MPASI yang populer di masyarakat seperti menu tunggal, menu 4 Bintang, spoon-feeding, hingga baby-led weaning (BLW).

Menurut Frieda, metode apapun yang diterapkan harus mengutamakan kebutuhan nutrisi anak untuk mendukung setiap tahap tumbuh kembang yang berbeda.

Dia menjelaskan, jika ada kesalahan dalam pemberian MPASI, dapat berujung pada kesulitan makan pada anak dan kondisi malnutrisi, seperti stunting.

Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa masih ada 30,8% balita Indonesia yang mengalami pendek dan sangat pendek (stunting), serta 17,7% balita Indonesia mengalami gizi kurang dan gizi buruk.

“Maka dari itu, pemenuhan kebutuhan nutrisi anak, khususnya pada dua tahun pertama kehidupan, menjadi sangat penting,” jelasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
stunting

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top