Ketahui Faktor-Faktor Risiko Penyakit Kanker Usus

Kanker usus besar merupakan salah satu kanker yang menyebabkan kematian utama Di dunia saat ini. Gaya hidup menjadi salah satu penyebab kenapa kanker usus besar tetap bertahan sebagai penyebab utama kematian dan angka kejadian terus meningkat di tengah masyarakat.
Ketahui Faktor-Faktor Risiko Penyakit Kanker Usus Asteria Desi Kartika Sari | 13 Juni 2019 14:55 WIB
Ketahui Faktor-Faktor Risiko Penyakit Kanker Usus
Ilustrasi - ugandacancersociety.org

Bisnis.com, JAKARTA— Kanker usus besar merupakan salah satu kanker yang menyebabkan kematian utama Di dunia saat ini. Gaya hidup menjadi salah satu penyebab kenapa kanker usus besar tetap bertahan sebagai penyebab utama kematian dan angka kejadian terus meningkat di tengah masyarakat.

Kendati begitu, Anda tidak perlu khawatir, meski mematikan ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegahkan ataupun mengantisipasi.

Akademisi dan Praktisi Klinis Ari Fahrial Syam mengatakan jika kasus kanker usus besar ini ditemukan pada stadium awal maka harapan hidup 5 tahunnya mencapai 92 %. Sebaliknya jika kanker usus ini ditemukan pada stadium IV/lanjut maka harapan hidup 5 tahunnya hanya tinggal 12 %.

“Dalam praktek sehari-hari kasus kanker usus sudah umum ditemukan. Saat ini bahkan kasus-kasus baru yang ditemukan pada usia yang lebih muda,” katanya Kamis (13/6/2019).

Ari mengatakan faktor genetik merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker usus besar, namun gaya hidup menjadi hal utama.Beberapa faktor risiko yang telah teridentifikasi dan konsisten dalam berbagai penelitian termasuk penelitian di Indonesia. Misalnya diet tinggi daging merah serta daging olahan serta kurang makan sayur dan buah.

Dia menganjurkan untuk mengontrol berat badan dengan konsumsi daging merah yang berlebihan dan tidak konsumsi buah lantaran mengandung karbohidrat merupakan anjuran yang menyesatkan. “Rokok merupakan faktor risiko utama, rokok bukan saja perokok aktif tapi juga perokok pasif.Beberapa kasus kanker usus yang saya temukan bukan pada perokok tapi orang terdekat dan sekitarnya merokok sehingga mereka yang terkena kanker usus besar tersebut merupakan perokok pasif,” paparnya.

Ironisnya, Indonesia masih menjadi ‘surga’ untuk para perokok. Di beberapa kota besar di negara maju sudah sulit untuk mencari tempat untuk merokok. Selain itu, lanjutnya, beberapa faktor risiko lain adalah kegemukan, kurang bergerak dan peminum alkohol. “Ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa berubah adalah umur, umur diatas 50 tahun menjadi batasan umur untuk memulai skrining,” lanjutnya.

Lebih lanjut, faktor genetik berupa riwayat kanker atau polip usus pada keluarga, riwayat penyakit radang usus kronis ( inflammatory bowel disease/IBD) sebelumnya, riwayat penyakit kencing manis/diabetes mellitus merupakan faktor risiko yang juga harus diantisipasi.

Menurutnya, penyakit ini awalnya tanpa gejala, sehingga masyarakat yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kanker usus besar untuk kontrol ke dokter. Akan dilakukan pemeriksaan skrining untuk mendeteksi secara dini penyakit ini.

Gejala yang timbul kalau kanker usus sudah terjadi antara lain buang air besar berdarah, pola defekasi yang berubah baik mudah diare atau sembelit secara bergantian, sakit perut berulang, berat badan turun, pucat tanpa sebab yang jelas bahkan apabila teraba benjolan di perut merupakan gejala kanker usus besar. Pemeriksaan kolonoskopi dan dilanjutkan dengan biopsi merupakan metode utama untuk menemukan kanker usus ini pada usus anda.

Akhirnya kenali faktor risiko, kontrol ke dokter jika mempunyai faktor risiko, kenali gejalanya dan segera berobat ke dokter. Selalu menjaga agar tetap melakukan gaya hidup sehat.Sekali lagi penyakit kanker usus besar bisa dicegah dan bisa diobati. Semakin dini ditemukan, semakin baik harapan hidup 5 tahun kedepan untuk pasien.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kanker

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top