Kisah Suami Istri Pengemudi Ojek Online Bekerja Sambil Beramal

Kisah inspiratif datang dari pasangan suami istri mitra Grab Bike asal Pontianak, Fahrul dan Yeni.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 15 Juni 2019  |  14:42 WIB
Kisah Suami Istri Pengemudi Ojek Online Bekerja Sambil Beramal
Fahrul dan Yeni, suami istri pengemudi ojek online.

Bisnis.com, JAKARTA – Keberadaan sejumlah platform ojek online (Ojol) diakui banyak pihak memberi dampak signifikan terhadap pola kehidupan dan ekonomi masyarakat urban. Tidak hanya memudahkan masyarakat dalam hal mobilitas, jutaan mitra ojek online juga terbantu secara finansial.

Kisah inspiratif datang dari pasangan suami istri mitra Grab Bike asal Pontianak, Fahrul dan Yeni. Cerita keduanya bermula dari keputusan Fahrul untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai guru honorer dan mengikuti pendaftaran mitra pengemudi GrabBike di Pontianak pada September 2017. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga, Yeni pun memutuskan untuk ikut bergabung menjadi mitra pengemudi GrabBike pada Februari 2018.

Meski berprofesi sama, Fahrul dan Yeni tetap kompak melaksanakan kewajiban mereka sebagai orang tua bagi tiga anak yang masih menimba ilmu di bangku sekolah. Fahrul bercerita, dia mulai bekerja setiap pagi, sementara istrinya bertugas mengantar anak-anak ke sekolah.

"Nah, sebaliknya, saya akan jemput anak-anak setelah mereka selesai sekolah dan Yeni bisa tetap fokus narik sore harinya. Enaknya gabung sama Grab ya salah satunya kami bisa mengatur jam kerja kami sendiri dan menyesuaikannya dengan aktivitas kami yang lain,” tuturnya.

Selain aktif sebagai mitra pengemudi Grab, Fahrul dan Yeni juga tergabung dalam komunitas ojek online bernama Keluarga Besar Grab Pontianak (KBGP) yang sudah berdiri sejak 2018. Bersama dengan kurang lebih 30 mitra pengemudi GrabBike Pontianak dan sekitarnya, Fahrul dan Yeni secara rutin melakukan aktivitas sosial.

"Komunitas kami sering mengadakan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti berkunjung ke panti asuhan, ikut dalam kegiatan donor darah di rumah sakit, dan masih banyak lagi," lanjutnya.

Selain itu, setiap hari Jumat, komunitas ini juga memiliki program khusus bernama ‘Jumat Berkah’. Para anggota mengumpulkan sumbangan yang tidak ditentukan jumlahnya, biasanya berkisar Rp10.000 hingga Rp50.000 per orang. Total dari dana ini akan dipakai untuk memberikan donasi kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk uang atau barang.

"Alhamdulilah, penghasilan kami sebagai mitra pengemudi Grab tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan keluarga kami, tetapi juga bisa membantu kami berbagi rezeki dengan masyarakat," imbuhnya.

Fahrul dan Yeni merupakan 2 dari 5 juta wirausahawan mikro yang tergabung dalam ekosistem Grab. Berdasarkan hasil penelitian Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, Grab berhasil meningkatkan rata-rata pendapatan mitra pengemudi GrabBike sebanyak 113% dan berhasil menciptakan lapangan pekerjaan baru, karena 38% mitra pengemudi GrabBike tidak memiliki pendapatan sebelum bergabung.

Era disrupsi telah membuka kesempatan bagi para pekerja informal yang saat ini mendominasi jumlah angkatan kerja Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi, Grab telah meningkatkan peluang pendapatan bagi para wirausahawan mikro yang bekerja di sektor informal melalui ekosistem yang membantu meningkatkan potensi pendapatan dan memperbaiki kualitas hidup mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ojek Online

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top