Menkes Kunjungi ‘Caregiver’ Indonesia di Panti Lansia Jepang

Menjelang acara Summit G-20 yang akan dilaksanakan di Osaka Jepang, Jumat (28/6/2019), Menteri Kesehatan Nila F Moeloek didampingi Kepala Badan PPSDM Kesehatan dan Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan berkesempatan mengunjungi Panti Izumien Eldery Care dan Sakuraen Elderly Care di Tokyo dan menemui 19 perawat lulusan Indonesia yang bekerja di Jepang sebagai caregiver.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  12:24 WIB
Menkes Kunjungi ‘Caregiver’ Indonesia di Panti Lansia Jepang
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengunjungi 'caregiver' asal Indonesia di Osaka Jepang. - Dok. Kementerian Kesehatan

Bisnis.com, JAKARTA - Menjelang acara Summit G-20 yang akan dilaksanakan di Osaka Jepang, Jumat (28/6/2019), Menteri Kesehatan Nila F Moeloek didampingi Kepala Badan PPSDM Kesehatan dan Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan berkesempatan mengunjungi Panti Izumien Eldery Care dan Sakuraen Elderly Care di Tokyo dan menemui 19 perawat lulusan Indonesia yang bekerja di Jepang sebagai caregiver.

Para perawat yang sebagian besar lulusan institusi pendidikan keperawatan yang ada di daerah Nias, NTT, NTB, Denpasar, Semarang, Indramayu, Cirebon, Banyuwangi dan Sukabumi ini merupakan hasil dari kerja sama Indonesia dan Jepang yang telah dilaksanakan sejak tahun 2008 melalui skema Indonesia - Japan Economic Partnership Agreement (Ijepa).

Nila sangat mengapresiasi para caregiver ini, karena tidak semua orang berkesempatan untuk bekerja di Jepang. Menkes terus mendorong agar para caregiver meningkatkan statusnya jangan hanya menjadi caregiver tetapi menjadi perawat yang sebenarnya atau Kangosi sesuai latar belakang pendidikannya.

Nila juga berkeinginan didirikannya sebuah panti di area Indonesia yang memiliki fasilitas seperti di Jepang dan menyelenggarakan suatu sistem asuransi kesehatan khusus bagi para lansia, sehingga panti tersebut nantinya dapat memfasilitasi para lansia di Jepang yang akan berlibur ke Indonesia. 

“Tentunya panti tersebut dilengkapi dengan SDM yang mumpuni di bidangnya, misalnya para caregiver dan para perawat yang sudah bekerja di Jepang dan habis masa kontraknya, dapat bekerja di panti tersebut,” kata Menkes Nila seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan, Kamis (27/6/2019).

Di samping itu, dipersiapkan juga tenaga dokter, dokter gigi, fisiotherapy, dan psikologi klinik, sehingga orang-orang Jepang yang ada di Indonesia juga dapat memanfaatkan panti tersebut, selain tentunya orang Indonesianya sendiri.

Panti itu kedepannya juga dapat digunakan sebagai wahana praktek calon caregiver maupun perawat yang akan bekerja di luar negeri, karena permintaan tenaga perawat maupun caregiver setiap tahunnya cukup meningkat. Sayangnya, Indonesia belum dapat memenuhinya secara maksimal.

Menteri kesehatan dan rombongan juga berkesempatan melihat sarana dan prasarana yang digunakan untuk melakukan ADL (Activity of Daily Living) pada lansia, seperti alat-alat memandikan yang ramah lansia sesuai dengan kebutuhan, maupun tempat lansia bersantai menghabiskan waktu bersama-sama teman sebaya maupun keluarga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang, kemenkes, menkes

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top