Solusi Hunian Terkesan Luas dengan Konsep Open Plan

Sebagai penataan dalam hunian, konsep open plan dapat menjadi salah satu solusi. Konsep open plan atau ruang terbuka sempat menjadi tren dan banyak diadaptasi pada banyak model hunian kontemporer. Konsep desain dan arsitektur ini lazim digunakan di rumah-rumah berukuran minimalis agar tampak lebih luas.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  02:40 WIB
Solusi Hunian Terkesan Luas dengan Konsep Open Plan
Open Plan - repro

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai penataan dalam hunian, konsep open plan dapat menjadi salah satu solusi. Konsep open plan atau ruang terbuka sempat menjadi tren dan banyak diadaptasi pada banyak model hunian kontemporer. Konsep desain dan arsitektur ini lazim digunakan di rumah-rumah berukuran minimalis agar tampak lebih luas.

Kendati begitu, konsep ruang terbuka tidak hanya cocok digunakan untuk hunian yang minimalis, melainkan juga dapat diaplikasikan pada rumah-rumah yang berukuran lebih besar.

Konsep open plan bisa meminimalkan keberadaan dinding atau elemen vertikal yang membedakan fungsi satu ruang dengan ruang lainnya. Konsep desain yang biasanya diaplikasikan dengan menggabungkan 2 hingga 3 ruangan dalam satu lantai.

Desainer Interior Ary Juwono mengatakan biasanya konsep open plan memang diusulkan untuk hunian yang memiliki luasan yang tidak terlalu besar. Idealnya, konsep tersebut dapat diterapkan pada hunian dengan luas 100 m persegi.

“Tidak adanya penyekat dalam hunian itu bisa memberikan efek semakin luas,” katanya Kamis (27/6/2019).

Guna kepentingan estetika ruang, lanjut Ary hunian dengan konsep terbuka dapat diaplikasikan dengan jendela yang besar untuk membantu pencahayaan. Menurutnya, hal itu dapat menambah efisiensi cahaya, dan juga sirkulasi udara.

“Kalau pencahayaan dan sirkulasi sudah efisien tidak membutuhkan AC. Karena ruang terbuka, kalau menggunakan AC akan embutuhkan daya yang lebih tinggi,”jelasnya.

Dari sisi penggunaan warna, Ary merekomendasikan untuk mengaplikasin warna terang yang lembut. Menurutnya, apabila ruangan dengan konsep open plan diaplikasikan warna yang mencolok dapat mengacaukan psikologi warna atau tidak efektif.

Kombinasi warna lanjutnya tetap diperbolehkan, hanya saja Ary merekomendasikan untuk diaplikasikan pada salah satu sisi dinding ruangan tersebut. Menurutnya, warna dinding yang lebih braight akan lebih bagus apabila digunakan untuk dinding yang tidak terlalu banyak aktivitas. “Mungkin bisa diaplikasikan di ruang nonton televisi atau keluarga karena itu juga bisa jadi aksen,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rumah

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top