Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Awas, Ada Dampak Buruk Jika Anda Sering Cangklong Tas di Tangan

Pasalnya, pemakaian tas dapat mempengaruhi kondisi tubuh. Terutama para para perempuan yang terbiasa menyangkutkannya di pergelangan tangan. Apalagi bila isi tasnya berbobot sampai berkilo-kilogram.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Juni 2019  |  01:06 WIB

Bisnis.com, Jakarta – Bagi perempuan yang sering membawa tas tangan atau hand bag, tentu sudah biasa mencangklongnya di tangan. Namun, kebiasaan itu harus diwaspadai.

Pasalnya, pemakaian tas dapat mempengaruhi kondisi tubuh. Terutama para para perempuan yang terbiasa menyangkutkannya di pergelangan tangan. Apalagi bila isi tasnya berbobot sampai berkilo-kilogram.

Menurut dokter jantung dan pembuluh darah Vito Damay, cara memakai tas seperti itu, ditambah massanya berat, bisa mengakibatkan rasa kebas pada tangan atau jari. Kondisi tersebut kerap terjadi pada ibu-ibu yang juga sibuk menggendong anak sehingga tangan serta pundaknya mengalami tekanan dalam waktu lama.

“Pergelangan tangan kalau tertekan oleh benda berat dalam waktu lama akan membuat saraf meradang,” kata Vito ditemui di pameran Mommy N Me, di  Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (28/6/ 2019) dilansir dari Tempo.co.

Dia menyarankan untuk mengurangi barang bawaan bila memang memutuskan untuk memakai tas yang modelnya harus dicangklongkan di pergelangan tangan atau sebelah bahu. “Bagian pundak tersambung otot ke kepala, kalau kepala dan leher tegang bisa jadi karena salah bawa tas,” kata Vito Damay.

Apabila kerap membawa barang-barang yang berat, Vito mengingatkan agar memakainya dengan benar. Kedua talinya harus disangkutkan ke bahu, tidak boleh cuma sebelah.

Selain itu, postur tubuh juga menentukan jumlah beban yang bisa dibawa. Pemilik tubuh bongsor cenderung bisa membawa barang yang lebih berat ketimbang pemilik tubuh mungil.

“Cara menentukannya, saat pakai tas pastikan tubuh imbang. Kalau tubuh sampai membungkuk atau punggung tertarik ke belakang berarti terlalu berat,” kata Vito Damay.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan

Sumber : Tempo.co

Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top