Pancasila Fest, Bedah Pancasila ala Milenial

Untuk membumikan Pancasila di dalam kelompok millennial, DPP Duta Remaja Indonesia mengadakan program Pancasila Fest mulai 1 Juni hingga 1 Oktober 2019 di Rumah Remaja Kreatif, Jakarta Selatan.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 21 Juli 2019  |  10:10 WIB
Pancasila Fest, Bedah Pancasila ala Milenial
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Untuk membumikan Pancasila di dalam kelompok millennial, DPP Duta Remaja Indonesia mengadakan program Pancasila Fest mulai 1 Juni hingga 1 Oktober 2019 di Rumah Remaja Kreatif, Jakarta Selatan.

Ini merupakan rangkaian acara diskusi santai dengan tema “Pancasila sebagai Lifestyle”. Salah satu rangkaiannya adalah NGOPI Remaja atau NGObrolin Pancasila dan Indonesia.

“Niat kami mengadakan NGOPI Remaja ini untuk membedah Pancasila secara santai dan ringan. Jadi, nilai-nilai Pancasila ini bisa didiskusikan lebih dalam tapi tetap seru menyesuaikan audience kami yaitu millennials,” ucap Dhika Yudhistira, Sekretaris Jendral Duta Remaja Indonesia, dalam rilis yang diterima Bisnis, Jumat (19/7/2019).

Putra Nababan, Politisi PDIP mengatakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila bersifat mutlak dan memiliki keutamaan untuk mengatur seluruh aspek kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Masyarakat bangsa Indonesia harus berbangga dan bersyukur bahwa dengan Pancasila kita semua dapat dipersatukan.

“Sangat perlu penanaman nilai-nilai Pancasila yang mengakomodasi kelompok generasi millennial. Gimana caranya? Dengan sebuah formulasi atau metode-metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan kecanggihan teknologi saat ini,” tuturnya..

Selain Putra Nababan, acara NGOPI Remaja ini turut menghadirkan Dito Aritejo, Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia dan Eddi Brokoli, Aktor Indonesia.  Keduanya sangan mendukung kegiatan ini mengingat pentingnya ideologi Pancasila ini ditanamkan pada millennial dengan cara yang berbeda.

Dito Ariotedjo mengatakan Pancasila seharusnya tidak lagi hanya di tataran perbincangan tetapi, ideologi ini harus diterima dan dijadikan gaya hidup masyarakat. Ia juga menambahkan, nilai luhur dalam Pancasila bukan lagi menjadi sesuatu yang membosankan, tetapi mengasyikkan.

“Pancasila tidak perlu lagi diajarkan secara formal dengan tampilan kaku, tetapi yang terpenting ialah hakikatnya tetap terpelihara dan diamalkan,” lanjut Dito.

Pernyataan ini juga diamini oleh Eddy Brokoli yang mengatakan bahwa Pancasila seharusnya bisa menjadi lifestyle. Menurut Eddy keberagaman budaya suku dan ras sudah sejak jaman dahulu ada. “Generasi millenial harus mampu mengamalkan Pancasila, bhineka tunggal ika dan nilai-nilai toleransi bangsa Indonesia agar tetap eksis dan berdiri kokoh,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pancasila

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top