Thermos Indonesia Luncurkan Produk Ramah Lingkungan

Bisnis.com, JAKARTA - Thermos®, pelopor dalam mengembangkan produk-produk gaya hidup inovatif yang diisolasi dari vakum, meluncurkan beberapa varian produk terbarunya, yaitu Ultra Light One Push Tumbler JNL 503, Food Jar JBM500 WK dan JBG1000WK.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  18:36 WIB
Thermos Indonesia Luncurkan Produk Ramah Lingkungan
Peluncuran Produk Ramah Lingkungan Thermos Indonesia. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Thermos®, pelopor dalam mengembangkan produk-produk gaya hidup inovatif yang diisolasi dari vakum, meluncurkan beberapa varian produk terbarunya, yaitu Ultra Light One Push Tumbler JNL 503, Food Jar JBM500 WK dan JBG1000WK.

 Produk yang dihadirkan untuk menemani aktivitas sehari-hari tersebut, didesain dengan bentuk yang stylish dan timeless. Dengan tampilannya yang menarik, produk-produk Thermos dapat menjadi hadiah spesial untuk orang-orang terkasih.

”Semua produk Thermos adalah produk yang ramah lingkungan dan tidak mengandung materi berbahan plastik sehingga aman bagi kesehatan.  Konsumen tidak perlu khawatir akan terkena bahaya zat kimia dan yang terpenting lagi dengan menggunakan produk-produk ramah lingkungan ini, kita dapat mengurangi polusi dan menjaga lingkungan. Melalui moment ini juga kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat melalui penggunaan produk yang aman,” ujar Andriani Melissa, Marketing Manager PT Thermos Indonesia Trading, Selasa (6/8)

Sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini, Thermos terus melakukan inovasi dengan menghadirkan produk terbaru yang berkualitas dan mengikuti keinginan para konsumen setianya.  Semua produk  dari Thermos diciptakan dengan menggunakan materi stainless steel yang berkualitas dan telah teruji aman untuk digunakan. Produk Thermos didesain dengan teknologi vakum isolasi dinding ganda untuk retensi suhu maksimum yang dapat menjaga suhu air tetap sama dalam waktu yang cukup lama. Keunggulan lain dari produk Thermos ini adalah anti bocor, tidak mudah pecah serta tahan lama.  Hal tersebut sudah dibuktikan dari penggunaan yang lama dan aman.

Dilansir dari World Atlas, Indonesia menjadi negara ke-4 pengguna botol plastik terbanyak di dunia. Tercatat penggunaan botol plastik di negara Indonesia mencapai 4,82 miliar. Data dari Euromonitor pun menyebutkan, berdasarkan pertumbuhan rata-rata (CAGR) di Indonesia, pasar produk plastik rumah tangga terus mengalami peningkatan hingga tahun 2018 mendatang. Pertumbuhan market size untuk kategori pembelian produk Beverageware, Food Storage, dan Dinnerware sebesar 11,2% per tahun.

Sampah botol plastik sangat sulit diurai. Di tanah botol plastik dapat menghalangi peresapan air dan sinar matahari, sehingga mengurangi kesuburan tanah dan dapat menyebabkan banjir. Di lautan secara leluasa dapat terpapar sinar ultraviolet matahari, kemudian terjadilah fotodegradasi yang memecah plastik menjadi ukuran kecil-kecil. Akhirnya bahan beracun dari plastik yang telah terpecah-pecah itu masuk dalam rantai makanan, termakan oleh makhluk hidup di laut, dari yang terkecil hingga yang terbesar dan manusia yang mungkin berada dalam urutan teratas rantai makanan tersebut, mendapatkan efek akumulasi dari bahan-bahan beracun itu. Lalu di udara komponen plastik pada botol yang bertebaran dapat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Sebagai contoh, plastik jenis polyvinyl chloride (PVC) yang mengandung halogen, akan memproduksi dioksin apabila dibakar. Dioksin adalah salah satu komponen paling berbahaya yang dihasilkan oleh manusia. Dari ketiga faktor tersebut, jelas botol plastik jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan pencemaran.

Hana Nur Auliana,  Praktisi Lingkungan dari Waste4Change, menjelaskan bahwa salah satu penyumbang plastik ke laut adalah dari botol plastik sekali pakai yang tidak didaur ulang atau dimanfaatkan kembali. Salah satu riset yang dilakukan oleh Profesor Jambeck  dari Universitas Georgia menyatakan Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik kedua di dunia.

“Untuk itu kami dari Waste4Change terus menerus mengkampanyekan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengobah pola konsumsi dan gaya hidupnya menjadi lebih ramah lingkungan.  Dengan pola 3R, masyarakat dapat mulai untuk menggunakan ulang botol plastik jika masih menggunakan atau mendaur ulangnya. Namun, yang paling penting adalah dengan mengurangi penggunaan botol sekali pakai dan mulai menggantinya dengan produk-produk yang berbahan stainless steel,” ungkapnya.

Adapun manfaat dari menggunakan vakum stainless steel antara lain adalah materi stainless steel tidak mengandung zat kimia berbahaya seperti BPA yang terkandung didalam plastik.  Stainless steel juga adalah materi yang ramah lingkungan tidak seperti plastik yang sangat lama terurai bahkan bisa memakan waktu 500 hingga 1.000 tahun lamanya. Stainless steel yang didesain dengan baik tidak memberikan tempat untuk jamur dan bakteri bersarang dan dengan teknologi yang tinggi, stainless steel tidak menyimpan rasa pada minuman sehingga dapat menjaga suhu air panas dan dingin lebih lama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
plastik

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top