Bisnis Streetwear, Mencari Cuan di Pasar Resell

Arief menyebut, ia berani menjual produk streetwear dengan harga tinggi dari harga pasar karena kualitas barangnya yang juga terjamin selain dari desainnya yang berbeda setiap musim. Hal ini ia lakukan untuk mengubah stigma masyarakat kalau produk lokal terkesan murahan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 03 September 2019  |  18:00 WIB
Bisnis Streetwear, Mencari Cuan di Pasar Resell
Unggahan produk Billionare's Project / Dok instagram billionairesproject
Bisnis.com, JAKARTA - Influencer sekaligus youtuber Arief Muhammad menyebut salah satu strategi pemasaran brand clothing streetwear-nya, Billionaire's Project adalah produknya yang terbatas. 
 
Hal ini ia akui dipelajarinya dari brand besar seperti Supreme yang hanya menyetok produk streetwearnya dalam jumlah terbatas. 
 
"Sebenarnya tekniknya sama kaya Supreme, kalian beli di New York itu harganya murah banget Rp300.000 atau Rp400.000. Tapi ketika sampai di Indonesia sudah Rp1juta sampai Rp2 juta itu salah satu strategi yang gue pelajari juga," katanya saat ditemui di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan pada Selasa (3/9/2019).
 
"Kalau orang mengejar barang yang limited, kita nggak mau orang ke mall melihat orang pake baju yang sama dengan kita. Kalau dilihat dari sisi bisnis itu nggak bagus sebenarnya. Cuma ya sudah, demand-nya kita tahan, tetep limited. Jadi bisa dipakai dengan pride," sambungnya. 
 
Arief menyebut, ia berani menjual produk streetwear dengan harga tinggi dari harga pasar karena kualitas barangnya yang juga terjamin selain dari desainnya yang berbeda setiap musim. Hal ini ia lakukan untuk mengubah stigma masyarakat kalau produk lokal terkesan murahan.
 
"Setiap kita rilis produk per-season itu pasti sold out sebelum lima menit. Setelah sold out, di pasar reseller itu harganya bisa naik tiga sampe sepuluh kali lipat. Anak-anak sekarang mengikuti streetwear suka beli kaos di luar yang jutaan cuma itu brand luar. Kita tuh pengen bikin budaya. 'Kenapa lo nggak bangga beli kaos lokal dengan harga yang mahal?'" terangnya. 
 
Berangkat dari ide tersebut, Arief menjual produk streetwear di rentang harga Rp220.000 hingga Rp350.000/piece nya yang termasuk sangat tinggi di pasaran brand lokal. Namun, beberapa bulan terakhir ia memantau penjualan produk dengan rentang harga tersebut di pasar resell bisa mencapai angka Rp600.000 hingga Rp1 juta. 
 
Bahkan beberapa hari terakhir, Billionare's Project juga mendapatkan rekor MURI untuk pencapaian penghargaaan busana merk lokal dengan hasil penjualan lelang tertinggi.
 
"Terakhir produk collab (kolaborasi) kita (Billionare's Project dengan ilustrator Hari Prasetyo) sempat kelelang Rp40 juta, dan di pasar reseller harganya mencapai Rp2,2 juta," ungkapnya. 
 
Ke depannya, Arief menyebut Billionare's Project ia akan jadikan bisnis yang lebih serius, bukan bisnis yang semata-mata ia ciptakan dibawah nama besarnya. 
 
"Billionare's project itu bukan merchandise-nya Arief Muhammad, itu pure bisnis. Kalau lihat instagram Billionare's Project itu nggak ada muka gue sama sekali. Karena ini bukan merchandise ini pure bisnis, produk lokal," tutupnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fashion

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top