PelestarianTekstil Indonesia Lewat Pendekatan Kontemporer

Indonesian Heritage Society kembali mempersembahkan seri Evening Lectures, kali ini bekerja sama dengan BINUS Northumbria School of Design (BNSD) dan membahas eksistensi elemen budaya lokal dalam industri mode Indonesia.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 25 September 2019  |  00:52 WIB
PelestarianTekstil Indonesia Lewat Pendekatan Kontemporer
Hasil karya mahasiswa Binus Northumbria School of Design - Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesian Heritage Society kembali mempersembahkan seri Evening Lectures, kali ini bekerja sama dengan Binus Northumbria School of Design (BNSD) dan membahas eksistensi elemen budaya lokal dalam industri mode Indonesia.

Tren mode Indonesia kini semakin berkembang, dengan banyaknya desainer muda berbakat yang mulai mengaplikasikan berbagai elemen khas lokal dalam karya mereka. Perkembangan zaman yang semakin cepat dan permintaan pasar yang berubah pesat menjadi pekerjaan rumah para penggiat industri mode Indonesia agar dapat mempertahankan eksistensi kearifan lokal dalam tren fesyen lokal maupun global.

Berangkat dari hal tersebut, Indonesian Heritage Society (IHS) menyelenggarakan Seri Evening Lectures berjudul Fashion - Out of Tradition to Modern Times di Erasmus Huis. Berkolaborasi dengan Binus Northumbria School of Design dan Cita Tenun Indonesia, sesi ini bertujuan untuk membagikan informasi mengenai perkembangan kain tradisional Indonesia seiring jaman serta upaya berbagai pihak dalam melestarikan budaya ini.

“Kami senang memulai rangkaian Evening Lectures ini untuk sisa tahun 2019 dengan mode sebagai topik pertama kami. Agenda ini adalah salah satu kegiatan tertua dari komunitas kami, dimana kelas pertama kami dilakukan pada September 1973. Sejak itu kami telah menyelenggarakan lebih dari 400 sesi, mengeksplorasi budaya Indonesia dan isu-isu kontemporer lainnya,” ujar Ria Naradate, Presiden Indonesian Heritage Society.

Dengan Vice President Museums Indonesian Heritage Society Anya Robertson sebagai moderator, sesi kali ini membahas keadaan kekayaan tekstil tradisional Indonesia masih menjadi sumber daya yang belum dikembangkan sepenuhnya. Merefleksikan perjalannya sebagai edukator di industri mode Indonesia.

Ratna Dewi Paramita, Head of Fashion Design and Management Programs Binus Northumbria School of Design menemukan bahwa salah satu cara melestarikan tradisi lokal adalah melalui ekspresi kontemporer.

“Kunci untuk pembangunan berkelanjutan adalah melalui pendidikan dan mengarahkan keterlibatan siswa melalui proyek langsung. Saya sendiri menemukan banyak inspirasi melalui travelling, karena hal tersebut menunjukkan kita bagaimana teori diaplikasikan dalam solusi praktis,” tambahnya.

Ratna juga mempresentasikan beberapa proyek siswa sebagai contoh koleksi mode kontemporer yang terinspirasi dari kekayaan tekstil Indonesia. Sebagai institusi yang melahirkan generasi desainer muda, BNSD ingin mendorong kembali penggunaan elemen lokal di mana warisan yang kaya ini dapat dikombinasikan dalam desain kontemporer tanpa menghilangkan makna dasar mereka.

Hal senada juga diutarakan oleh Sjamsidar Isa, Chairperson of the Advisory Board of Cita Tenun Indonesia. Hingga saat ini, Cita Tenun Indonesia telah bekerja sama dengan berbagai BUMN, LSM lokal dan internasional untuk mengadakan pelatihan di beberapa daerah untuk melestarikan kain dan tradisi menenun.

“Kami sangat bersemangat untuk membahas topik ini, niat kami adalah untuk mempertahankan dan melestarikan kekayaan tenun dan tekstil Indonesia baik dalam teknik produksi, desain, hasil karya, serta bagaimana cara kita mempopulerkan kembali aset berharga ini,” ujarnya.

Selain industri mode, rangkaian Evening Lectures yang diadakan IHS juga membahas berbagai topic lainnya seperti kemiskinan, transformasi budaya digital, filosofi dan banyak lainnya. Sebagai organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mempromosikan minat dan pengetahuan tentang warisan budaya Indonesia, IHS juga memiliki berbagai aktivitas menarik lainnya serta perpustakaan dengan lebih dari 6,000 materi bacaan mengenai Indonesia dan Asia Tenggara.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tekstil

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top