MKG Angkat Pesona Batik Madura dalam Wastra Nusantara

Keunikan itu menjadi salah satu alasan Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG) mengambil tema 'Eksotika Batik Madura’ dalam Pesona Batik Wastra Nusantara di MKG pada 25 September - 6 Oktober 2019.
Geofanni Nerissa Arviana
Geofanni Nerissa Arviana - Bisnis.com 25 September 2019  |  19:26 WIB
MKG Angkat Pesona Batik Madura dalam Wastra Nusantara
Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG) Jakarta menyelenggarakan Pesona Batik Wastra Nusantara. Tema yang diusung pada penyelenggaraan keempatnya ini adalah 'Eksotika Batik Madura'. Acara ini digelar di MKG pada 25 September - 6 Oktober 2019. - Bisnis / Geofanni Nerissa Arviana

Bisnis.com, JAKARTA – Batik Madura memiliki banyak keunikan. Wastra dari daerah penghasil garam itu dilukis oleh para pengrajin secara otentik sehingga menghasilkan motif yang berbeda-beda.

Keunikan itu menjadi salah satu alasan Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG) mengambil tema 'Eksotika Batik Madura’ dalam Pesona Batik Wastra Nusantara di MKG pada 25 September - 6 Oktober 2019.

Menurut Center Director Summarecon MKG Tommy L., Madura dipilih karena memiliki pelaku seniman batik, bukan sekadar pengumpul.

“Madura dan Jawa Timur ini memiliki pelaku seniman beneran, bukan hanya pengumpul. Batik dari Madura dilukis oleh para pengrajin secara otentik sehingga menghasilkan motif yang berbeda-beda,” kata Tommy, Rabu (25/9/2019).

Menurutnya, tema ini diangkat lantaran batik Madura dan Jawa Timur memiliki cerita sejarah serta keunikan motif tersendiri.

Pekerjaan membatik di Madura awalnya dikerjakan di pesantren-pesantren pada musim paceklik. Selain itu, pekerjaan ini juga menjadi pekerjaan sampingan para istri sambil menunggu suaminya pulang melaut.

Pekerjaan membatik ini terus berkembang setelah sebagian masyarakat Madura mulai membawa batik tersebut untuk dijual ke kota.

Batik Madura terkenal dengan warna yang berani dan tegas, seperti merah, kuning, hijau, dan biru.

Dari segi motif, batik Madura memiliki motif beragam yang terinspirasi dari bentuk tumbuhan, binatang, dan motif kombinasi pembatik tersebut. Motif kombinasi biasanya dibuat dengan gambar ayam bekisar, gerbong keraton, dan karapan sapi.

Acara ini digelar untuk keempat kalinya dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober. Selain itu, Tommy menyatakan bahwa Pesona Batik Wastra Nusantara diadakan guna memberikan edukasi kepada pembeli bahwa batik adalah seni.

“Pengetahuan mengenai batik harus terus diberikan kepada masyarakat sehingga kain batik semakin diapresiasi oleh seluruh kalangan,” kata Tommy.

Ia menambahkan, acara kali ini juga ingin mendorong generasi milenial untuk bangga menggunakan batik. Salah satu upayanya yaitu dengan bekerja sama dengan salah satu pembuat konten, Andy Yanata.

“Batik ini bisa dipakai milenial. Biasanya anak muda bilang menggunakan batik itu tua, baunya enggak enak. Kami harap batik enggak hanya digunakan dalam acara formal, tetapi juga di keseharian. Milenial dapat menggunakannya secara santai dan casual, seperti misalnya memadukan batik dengan celana jeans dan sneakers,” imbuh Tommy.

Acara ini berisi a.l. Bazaar Gallery Batik `Eksotika Batik Madura`, Batik Fashion Parade, Craft and Ideas Exhibition, Batik Demo, dan Batik Shopping Rewards.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batik

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top