Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akankah Kontroversi Film Joker Mendulang Cuan dari Penonton?

Film besutan sutradara Tod Phillips tersebut, diperkirakan bakal mendapatkan debut besar dengan menghasilkan US$80 juta hingga US$95 juta dari 4.300 bioskop di Amerika Utara selama pembukaan akhir pekan pertamanya.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  21:24 WIB
Film Joker / Warner Bros
Film Joker / Warner Bros

Bisnis.com, JAKARTA – Kontroversi yang terjadi jelang pemutaran perdana film Joker (2019) dinilai tidak cukup berpengaruh terhadap estimasi pendapatan yang bakal diperoleh film dari DC dan Warner Bros itu.

Film besutan sutradara Tod Phillips tersebut, diperkirakan bakal mendapatkan debut besar dengan menghasilkan US$80 juta hingga US$95 juta dari 4.300 bioskop di Amerika Utara selama pembukaan akhir pekan pertamanya.

Bahkan, beberapa analis menyebut film ini akan mampu menembus pendapatan hingga US$100 juta pada pekan perdananya.

Jeff Bock, seorang analis senior box office berpendapat bahwa semua keriuhan yang terjadi terkait dengan film ini, yang baik ataupun buruk hanya akan meningkatkan kesadaran dan membuat penonton bioskop semakin bersemangat untuk menyaksikan film Joker.

“Pepatah lama menyebut bahwa semua berita adalah kabar baik bagi sebuah film. Semua pembicaraan ini telah meningkatkan kesadaran di benak orang. Itu positif untuk box office,” katanya seperti dikutip Variety, Rabu (2/10/2019).

Kontroversi terhadap film Joker muncul beberapa waktu lalu, ketika sekelompok keluarga korban penembakan massal film The Dark Night (2012) beberapa tahun silam, menyampaikan surat terbuka kepada Warner Bros akan keprihatinannya terhadap film ini.

Pasalnya, Joker dinilai menggambarkan sosok penjahat sebagai karakter yang diagungkan. Selain itu, film tersebut juga menampilkan adegan kekerasan yang kental. Tak ayal, film ini masuk dalam kategori peringkat R (restricted) atau terbatas.

Keramaian seputar film ini berlanjut dengan pengumuman dari beberapa kepolisian di Amerika Serikat yang akan mengerahkan pasukannya berjaga-jaga selama pemutaran perdana akhir pekan film tersebut.

Jaringan bioskop Amerika Serikat juga mengambil beberapa tindakan pencegahan dengan menambahkan personil penjagaan ekstra dan pelarangan penggunaan cosplay saat menonton film Joker.

Namun demikian, Bock menyatakan bahwa kekhawatiran secama ini akan bisa disiasati oleh para penggemar dengan berbagai cara, “Pasti ada cara, jika Anda memiliki keinginan untuk meminimalisir dampak yang akan ditimbulkan,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

film hollywood
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top