Kalbe dan IDI Dorong Iklim Penelitian di Kalangan Para Dokter

Penelitian yang dinilai adalah yang memberikan dampak positif di bidang kesehatan atau teknologi kesehatan, yang masuk kategori penelitian dasar, penelitian klinis dan epidemiologi kedokteran.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 27 Oktober 2019  |  19:03 WIB
Kalbe dan IDI Dorong Iklim Penelitian di Kalangan Para Dokter
Ilustrasi - Reuters/Michael Buholzer

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Kalbe Farma Tbk. bersama Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia memberikan penghargaan kepada para dokter yang menghasilkan karya penelitian terbaik.

Penghargaan diberikan dalam kegiatan Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia.

Para juri telah menentukan 10 pemenang, selanjutnya akan dipilih 3 pemenang terbaik. 

Dr. Bujung Nugroho, Direktur PT Kalbe Farma Tbk. mengatakan kesepuluh pemenang AKCDI mendapatkan penghargaan dan hadiah senilai Rp 20 juta. Hadiah diberikan pada acara gala dinner bersamaan dengan perayaan Hari Dokter Nasional Ke-69 yang jatuh setiap tanggal 24 Oktober.

Perayaan Hari Dokter Nasional Ke-69 diselenggarakan di Ballroom Sheraton Grand Gandaria Jakarta, dihadiri sekitar 300 dokter dari seluruh Indonesia.

“Melalui kerja sama dengan IDI dalam penyelenggaraan AKCDI, Kalbe ingin memberi apresiasi kepada para dokter yang telah mendedikasikan dirinya bagi kemajuan penelitian di Indonesia,” ujar Bujung, dalam keterangan resminya, Minggu (27/10/2019).

Dokter Daeng M Faqih, SH, MH, Ketua Umum Pengurus Besar IDI mengatakan AKCDI IDI-KALBE merupakan program yang pertama kali diselenggarakan oleh Lembaga Riset IDI untuk membangun iklim penelitian di antara para dokter di Indonesia.

“Kami menyadari bahwa kita tidak bisa melakukan sendiri, harus melakukan kolaborasi, termasuk salah satunya bekerja sama dengan Kalbe,” ujar Daeng Faqih.

Program ini merupakan kelanjutan dari kerja sama Kalbe dengan Lembaga Penelitian IDI untuk mengembangkan penelitian kesehatan, khususnya bagi dokter di Indonesia.

Penelitian yang dinilai adalah yang memberikan dampak positif di bidang kesehatan atau teknologi kesehatan, masuk kategori penelitian dasar, penelitian klinis dan epidemiologi kedokteran.

Adapun 10 pemenang AKDCI IDI-KALBE 2019 yang terpilih adalah (berdasarkan abjad):

  1. Achmad Hudoyo, judul penelitian : Inovasi Metode Deteksi Kanker Paru Non-Invasif Menggunakan Balon Karet sebagai Penampung Napas-Hembusan (Exhaled- Breath) Terkondensasi, Berbasis Pemeriksaan Metilasi DNA dengan Methylation-Specific PCR dan Analisis Senyawa Organik dengan Gas Chromatography Mass Spectrometry.
  2. Arif Rahman Nurdianto, judul penelitian: The Relationship of Hemoglobin, Interleukin-10 and Tumor Necrosis Factor Alpha Levels In Asymptomatic Malaria Patients in Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia
  3. Astari Pranindya, judul penelitian : Nilai rasio Neutrofil-Limfosit (RNL) darah dan kadar protein C-Reaktif (CRP) pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) pada kondisi eksaserbasi dan stabil di RS Persahabatan
  4. Budi Wiweko, judul penelitian: Survival of Isolated Humasnan Pre-Antral Follicles after Vitrification: Analyses of Morphology and The Expression of Fasl and Caspase-3 Mrna
  5. Ery Hermawati, judul penelitian: Chlorogenic acid ameliorates memory loss and hippocampal cell death after transient global ischemia
  6. Rina Diana, judul penelitian: Efektivitas eksosom media terkondisi sel punca mesenkimal Wharton’s jelly terhadap penyembuhan luka secara in vitro
  7. Rizaldy Pinzon, judul penelitian: Complications as poor prognostic factors in patients with hemorrhagic stroke: A hospital-based stroke registry
  8. Rudi Chandra, judul penelitian: Immunohistochemistry expresions of vitamin D receptor associated with severity of desease in psoriasis patiens
  9. Septelia Inawati, judul penelitian: Menyibak tabir sel punca kanker untuk target deteksi dan terapi kanker
  10. Umar Zein, judul penelitian: Identifikasi daerah endemik infeksi cacing pita (Taeniosis) Taenia Asiatica Simalungun dan morfologinya di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, Indonesia

Lembaga Riset IDI dibentuk bersamaan dengan pelantikan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia 2018-2021.

Lembaga ini memiliki tujuan antara lain meningkatkan kompetensi pelayanan kedokteran, mengejar ketertinggalan penguasaan teknologi kedokteran, mengembangkan inovasi pelayanan kedokteran, meningkatkan daya saing dan mengangkat marwah dokter Indonesia serta mengupayakan penggunaan hasil riset sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam sektor kesehatan.

Selain dukungan kepada Lembaga Riset IDI, Kalbe juga bekerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi dalam hal pemberian dana penelitian di Indonesia melalui program Ristekdikti-Kalbe Science Award.

Bantuan dana penelitian ini ditujukan kepada penelitian yang memiliki kesiapan untuk dapat dikomersialisasikan sehingga hasil penelitian tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dokter, kalbe farma

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top