Nagabonar Reborn fokus angkat Percintaan

Setelah pertama kali difilmkan pada tahun 1987, Nagabonar tokoh ciptaan penulis Asrul Sani kembali dihadirkan dengan nuansa lebih milenial lewat Nagabonar Reborn.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 21 November 2019  |  12:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah pertama kali difilmkan pada tahun 1987, Nagabonar tokoh ciptaan penulis Asrul Sani kembali dihadirkan dengan nuansa lebih milenial lewat Nagabonar Reborn. Disutradarai oleh Dedi Setiadi dan diproduseri oleh Trimedya Panjaitan, Gusti Randa beserta Harry Sanusi, Juniver Girsang dan Robert Attiam yang bertindak sebagai produser eksekutif.

Aktor terbaik piala citra Festival Film Indonesia 2018, Gading Marten terpilih untuk memerankan Nagabonar, pemuda kampung yang cerdik, lucu dan berani sehingga terpilih menjadi Jenderal perang saat masa penjajahan Belanda di Sumatera Utara. Gading bersanding dengan Citra Kirana yang memerankan tokoh Kirana, perempuan Batak pintar dan cantik yang menjadi idaman hati Nagabonar.

Nagabonar Reborn yang merupakan interpretasi terkini dari film sebelumnya Naga Bonar sebuah film komedi situasi pada 1987 merupakan karya dari rumah produksi Gempita Tjipta Perkasa (GTP) yang menjanjikan penonton akan cerita lengkap dari jendral cerdik asal Sumatera Utara tersebut.

Aktris Rita Matumona selaku pemeran Mamak Nagabonar mengatakan bahwa Nagabonar Reborn adalah sebuah cerita yang lengkap yang menjelaskan kisah dari awal jendral tersebut dilahirkan.

“Nagabonar yang kami selesaikan filmnya, itu membuat sebuah cerita yang lengkap karena dari emak melahirkan, Naga [sapaan nagabonar] kecil, sampai menjadi jendral. Ada latar belakang sejarah yang dibalur dengan komedi dan romansa,” jelasnya kepada media di XXI Lounge, Plaza Indonesia, Jakarta.

Sutradara Dedi Setiadi pun mengungkapkan bahwa Nagabonar Reborn bukanlah film sejarah walaupun ada unsur-unsur perjuangan yang ditampilkan. Film ini juga merupakan versi komplit dari kisah hidup Nagabonar karena digambarkan pula kehidupan masa kecilnya.

“Nagabonar Reborn ini bukan film sejarah, tapi film yang melegenda, sehingga saya memiliki keleluasaan untuk mengembangkan cerita. Temanya memang tentang percintaan antara Nagabonar dan Kirana, karena tema cinta itu akan selalu menarik, terutama untuk generasi milenial. Walaupun struktur ceritanya bukan tentang perjuangan, tapi kita tetap masukkan unsur-unsur nasionalisme ke dalam dialog,” ungkapnya.

Selaras dengan Dedi, Gusti Randa juga mengatakan bahwa Nagabonar Reborn lebih mendalami sisi kehidupan Nagabonar dari dia masih kecil sampai jadi Jenderal dengan fokus utamanya pada masalah percintaan.

“Benang merah kisahnya masih serupa tapi tak sama karena dalam penggarapannya kami sesuaikan ke karakter para pemain yang juga masih generasi milenial. Cerita Nagabonar Reborn pun berbeda karena lebih mendalami sisi kehidupan Nagabonar dari ia masih kecil, pindah ke kota, jatuh cinta sama anak dokter, awal kenalan dengan Ujang sampai jadi Jenderal. Fokusnya memang pada masalah percintaan yang dilatarbelakangi oleh kisah perjuangan kemerdekaan,” ujarnya.
Co Producer Juniver Girsang mengungkapkan bahwa Nagabonar reborn agak berbeda dengan versi sebelumnya.

“Di sini [nagabonar] tidak mencopet karena tokoh ini berpotensi menjadi panutan generasi muda sehingga kami mengangkat nilai kejujuran dengan membuat naga untuk tidak mencopet. Tonjolkan mengenai nasionalisme, canda dan, harapan dengan diputar mencapai target 1 juta penonton.

Selain Gading Marten dan Citra Kirana, film ini juga dibintangi oleh Rita Matumona, Ence Bagus, Elly Sugigi, Roy Marten, Ray Sahetapy, Dony Damara, Delano Daniel, Rifky Alhabsyi, Roby Tremonti serta penampilan khusus Puan Maharani.
Film Nagabonar Reborn tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 21 November 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top