Sembilan Mitos tentang Olahraga

Sulit untuk memasukkan olahraga dalam keseharian yang sibuk. Ada saja alasan orang tidak meluangkan waktu untuk aktivitas fisik. Selain itu juga banyak kesalahpahaman tentang hal itu.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 08 Januari 2020  |  15:56 WIB
Sembilan Mitos tentang Olahraga
Ilustrasi - Thegloss

Bisnis.com, JAKARTA - Sulit untuk memasukkan olahraga dalam keseharian yang sibuk. Ada saja alasan orang tidak meluangkan waktu untuk aktivitas fisik. Selain itu juga banyak kesalahpahaman tentang hal itu. 

Dilansir Independent, Rabu (8/1/2020), berikut adalah sembilan mitos umum tentang olahraga dan apa yang fakta ilmiah yang sebenarnya.

1. Orang yang sangat fit tidak perlu berolahraga.

Sayangnya manfaat kesehatan dari olahraga tidak akan bertahan lama jika Anda tidak mempertahankan kebiasaan olahraga Anda. Penurunan kebiasaan olahraga yang signifikan dapat menyebabkan hilangnya manfaat awal yang nyata, seperti kebugaran kardiovaskular dan daya tahan tubuh, dan konsistensi adalah kuncinya.

2. Berjalan sepanjang hari tidak memiliki manfaat yang sama dengan berolahraga.

Menggunakan kaki Anda dan bergerak sepanjang hari berarti Anda telah melakukan aktivitas fisik tingkat tinggi. Hal ini meningkatkan kesehatan. Untuk mengoptimalkan manfaat kesehatan, tingkatkan intensitas olahraga Anda. Patikan bahwa olahraga tersebut cukup untuk membuat Anda sedikit berkeringat, setidaknya 150 menit seminggu, jika memungkinkan.

3. Olahraga perlu 10 menit atau lebih lama, jika tidak buang-buang waktu.

Kabar baiknya tidak ada batasan minimum untuk berolahraga dan manfaatnya bagi kesehatan. Jadi lakukan pekerjaan harian yang aktif, seperti membawa tas belanjaan dan melakukan segala rupa pekerjaan rumah dan berkebun, untuk meningkatkan kesehatan Anda.

Cobalah untuk melakukan pekerjaan ringan atau aktivitas olahraga pendek, setengah menit hingga dua menit, yang diulangi beberapa kali sepanjang hari, seperti menaiki beberapa anak tangga dengan intensitas yang cukup tinggi.

4. Saya menderita penyakit kronis, jadi saya harus menghindari olahraga.

Ini jelas salah. Menjadi lebih aktif justru akan bermanfaat bagi berbagai kondisi kronis, termasuk kanker, penyakit jantung dan penyakit paru obstruktif kronis. Jadilah seaktif mungkin selama kondisi Anda memungkinkan.

Jika Anda memiliki kebutuhan kesehatan yang kompleks, konsultasikan dengan dokter sebelum Anda memulai kebiasaan olahraga baru dan dapatkan saran dari ahli fisioterapi atau ahli olahraga lainnya.

5. Saya terlalu tua untuk berolahraga.

Ini tidak benar. Bukti menunjukkan bahwa penuaan saja bukanlah penyebab masalah besar sampai Anda berusia pertengahan sembilan puluhan. Selain itu, kekuatan dan massa otot dapat ditingkatkan, bahkan pada usia lanjut. Idealnya, sertakan latihan aerobik, latihan keseimbangan dan penguatan otot jika Anda berusia 65 tahun atau lebih.

6. Olahraga akan membuat saya kurus.

Belum tentu. Kombinasikan pembatasan kalori dengan aktivitas fisik untuk menurunkan berat badan yang lebih sukses dan ingat, Anda akan mencapai apa-apa jika mempertahankan pola makan yang buruk. Orang yang ingin menurunkan atau mempertahankan berat badan mungkin perlu melakukan lebih dari 300 menit per minggu olahraga sedang untuk mencapai tujuan mereka. Termasuk kerja ketahanan untuk membangun massa tubuh tanpa lemak.

7. Saya berlari seminggu sekali, tetapi itu tidak cukup.

Yakinlah bahwa intensitas lari sesedikit apa pun, bahkan sekali seminggu, akan menghasilkan manfaat kesehatan yang penting. Jika Anda tidak punya banyak waktu untuk berolahraga, bahkan berlari sedikitnya 50 menit seminggu sekali telah terbukti menghasilkan penurunan risiko kematian dini.

8. Saya hamil, jadi harus santai saja

Aktivitas fisik dengan intensitas sedang aman untuk wanita hamil yang umumnya sehat dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan janin. Aktivitas fisik mengurangi risiko kenaikan berat badan yang berlebihan dan diabetes gestasional selama kehamilan.

9. Saya merasa tidak enak badan, saya tidak boleh berolahraga

Jika Anda mengalami demam, sangat tidak sehat atau sedang mengalami tingkat rasa sakit atau kelelahan yang tinggi, jangan berolahraga. Dalam kebanyakan kasus lain, menjadi aktif secara fisik adalah aman, tetapi dengarkan tubuh Anda dan kurangi beban olahraga Anda jika perlu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
olahraga

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top