Tiket Terlalu Mahal, Alasan Utama Orang Tidak Tonton Film Indonesia di Bioskop

Harga tiket terlalu mahal diklaim sebagai alasan mayoritas orang tidak menonton film Indonesia di bioskop.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  22:08 WIB
Tiket Terlalu Mahal, Alasan Utama Orang Tidak Tonton Film Indonesia di Bioskop
Ade Armando Direktur Komunikasi SMRC di Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat pada Kamis (16/1/2020) - Bisnis.com - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA - Harga tiket terlalu mahal diklaim sebagai alasan mayoritas orang tidak menonton film Indonesia di bioskop. 

Pernyataan ini didasari oleh penelitian yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang melibatkan 1.000 orang peserta di 16 kota dengan tingkat ekonomi menengah. 

Dari data yang disajikan oleh Ade Armando, Direktur Komunikasi SMRC, disebutkan 39,7 persen orang Indonesia dalam rentang usia 15 hingga 38 tahun tidak menonton film Indonesia di bioskop karena harga tiket bioskop yang terlalu mahal. 

"Jawaban terbesar adalah tiketnya terlalu mahal. Ini jawaban orang yang ada di kota besar tapi bukan berarti orang kaya," ungkap Ade saat berbicara di forum Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) pada Kamis (16/1/2020). 

Berikutnya, 35,2 persen orang tidak menonton film Indonesia adalah karena memang tidak suka menonton film. Diikuti dengan alasan lokasi gedung bioskop yang jauh menempati tempat ketiga dengan persentase 25,2 persen. 

Penelitian ini kemudian membantah sentimen orang Indonesia yang tidak menonton film nasional karena film Indonesia tidak bermutu karena dalam penelitian lainnya yang melibatkan 1.220 orang di 16 kabupaten dan kota menyebutkan angka penonton film Indonesia lebih banyak dibanding film asing. 

Disebutkan dalam data yang dipublikasikan dalam kesempatan yang sama 9,3 persen orang Indonesia menonton film Indonesia setidaknya satu kali dalam setahun, sementara persentase orang Indonesia yang menonton film asing hanya berkisar 8,2 persen. 

"Temuan ini menjawab keraguan tentang kecintaan anak muda Indonesia pada film nasional," tutur Ade Armando. 

Menanggapi penemuan yang dilakukan oleh SMRC, CEO Cinema 21 Hans Gunadi menuturkan saat ini harga tiket bioskop Indonesia adalah yang terendah dari beberapa negara maju. 

"Harga tiket kita tidak membeda-bedakan harga tiket film nasional atau asing. Kami menyediakan bioskop yang harga tiketnya Rp25.000, Rp30.000, Rp35.000, Rp45.000 dan paling mahal Rp75.000 dan Rp250.000. Silahkan penonton memilih film sesuai section kemampuannya," pungkas Hans.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film indonesia

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top