Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fakta-fakta Seputar Coronavirus, Starbucks Tutup hingga Ambrolnya Saham Global

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan coronavirus baru sebagai "keadaan darurat di China" pekan ini, tetapi tidak menyatakannya sebagai ancaman internasional.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 26 Januari 2020  |  08:49 WIB
Ilustrasi pemakaian masker untuk menghindari penyebaran virus influenza. - Reuters/Ivan Alvarado
Ilustrasi pemakaian masker untuk menghindari penyebaran virus influenza. - Reuters/Ivan Alvarado

Bisnis.com, JAKARTA - Berbagai upaya terus dilakukan dunia, terutama China, terkait dengan penyebaran coronavirus yang kini jadi momok menakutkan. Setidaknya 52 orang telah meninggal akibat virus ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan coronavirus baru sebagai "keadaan darurat di China" pekan ini, tetapi tidak menyatakannya sebagai ancaman internasional.

Inilah fakta-fakta yang kita ketahui sejauh ini tentang coronavirus yang disusun oleh tim Reuters:

  • Pada 25 Januari pukul 8 malam (12.00 GMT) otoritas China melaporkan jumlah korban tewas di negara itu naik menjadi 42. Sekitar 1.372 orang di China telah terinfeksi virus ini. CNN menyebut jumlah korban meninggalmencapai 52 orang hingga Minggu (26/2/2020).
  • China mengumumkan pembatasan perjalanan lebih lanjut pada Sabtu. Platform transportasi terbesar Didi Chuxing menyatakan untuk menghentikan layanan antar kota dari dan ke Beijing mulai hari Minggu (26/1/2020). Sementara itu, Beijing juga akan berhenti menjalankan bus antar-jemput antar provinsi.
  • Sumber virus yang sebelumnya tidak diketahui diyakini telah muncul akhir tahun lalu dari satwa liar yang diperdagangkan secara ilegal di sebuah pasar hewan di Wuhan.
  • Thailand telah melaporkan lima kasus; Australia telah melaporkan empat; Singapura, Prancis, Jepang, Taiwan, dan Malaysia masing-masing tiga kasus; Vietnam, Korea Selatan dan Amerika Serikat masing-masing dua kasus; dan satu kasus di Nepal.
  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa sementara wabah itu merupakan keadaan darurat bagi China, dan belum menjadi keadaan darurat kesehatan global.
  • Gejala invesksi virus corona diantaranya demam, batuk dan kesulitan bernafas.
  • China mengatakan virusnya bermutasi dan dapat ditularkan melalui kontak manusia.
  • Mereka yang paling terpengaruh adalah orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan kurang baik.
  • Coalition for Epidemic Preparedness Innovations menyatakan tiga tim peneliti telah mulai bekerja untuk mengembangkan vaksin potensial. Para ilmuwan berharap untuk menguji vaksin pertama yang mungkin bisa tersedia dalam waktu 3 bulan.
  • Wuhan, sebuah kota berpenduduk 11 juta, berada di bawah batasan perjalanan yang ketat, dengan transportasi kota ditutup dan penerbangan keluar ditangguhkan.
  • China meminta masyarakat untuk menghindari keramaian dan lebih dari 10 kota di Provinsi Hubei, tempat Kota Wuhan berada, telah menghentikan layanan beberapa transportasi.
  • Beijing menutup akses wisata ke Kota Terlarang dan membatalkan pertemuan besar, termasuk dua pameran kuil Tahun Baru Imlek, dan menutup sebagian Tembok Besar.
  • Starbucks telah menutup semua toko dan menagguhkan layanan pengiriman di Provinsi Hubei selama libur Tahun Baru Imlek yang berlangsung sepekan. Langkah Starbucks ini megikuti apa yang dilakukan sama oleh McDonald di lima kota di Hubei.
  • Resor Disney di Shanghai milik Walt Disney Co. ditutup mulai Sabtu (26/1/2020).
  • Hong Kong telah mengumumkan keadaan darurat dan akan memperpanjang penutupan libur sekolah hingga 17 Februari. Kota ini juga membatalkan semua perayaan Tahun Baru Imlek dan kunjungan resmi ke China daratan.
  • Kota Haikou, ibu kota provinsi pulau di selatan Hainan, memulai observasi medis terpusat selama 14 hari untuk wisatawan dari Hubei. Kota Sanya di provinsi itu, tujuan liburan yang populer, telah menutup semua lokasi wisata.
  • Bandara di seluruh dunia telah meningkatkan pemeriksaan.
  • Saham dan harga minyak mentah turun tajam pada hari Jumat karena investor pindah ke aset safe-haven di tengah kekhawatiran bahwa virus dapat membatasi perjalanan dan mengurangi permintaan ekonomi.
  • Beberapa ahli percaya virus ini tidak terlalu berbahaya jika dibandingkan dengan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) 2002-2003 yang menewaskan hampir 800 orang, dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS), yang telah menewaskan lebih dari 700 orang sejak 2012.
  • Menurut dua analisis ilmiah terpisah, setiap orang yang terinfeksi dapat menyebarkan penyakit pada antara 2 – 3 orang rata-rata pada tingkat penularan saat ini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona

Sumber : Reuters

Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top