Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Virus Corona Tewaskan 56 Orang, 2.000 Lainnya Terinfeksi 

Lebih dari 2.000 orang di seluruh dunia telah terinfeksi virus Corona dan 56 orang dilaporkan meninggal dunia, sebagian besar beraal dari China.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Januari 2020  |  12:19 WIB
Warga mengenakan masker di stasiun kereta di Beijing, China, Jumat (24/1/2020). - Yomiuri Shimbun via Reuters
Warga mengenakan masker di stasiun kereta di Beijing, China, Jumat (24/1/2020). - Yomiuri Shimbun via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Lebih dari 2.000 orang di seluruh dunia telah terinfeksi virus Corona dan 56 orang dilaporkan meninggal dunia, sebagian besar beraal dari China.

Akibat kondisi itu, Presiden Xi Jinping mengatakan dalam pertemuan politbiro kemarin bahwa China tengah menghadapi "situasi yang serius". Sedangkan otoritas kesehatan di seluruh dunia berjuang untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Virus yang diyakini berasal dari pasar makanan laut di pusat kota Wuhan yang menjual satwa liar secara ilegal itu telah menyebar ke kota-kota China termasuk Beijing dan Shanghai. Negara lainnya yang juga terkena wabah adalah Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Jepang , Australia, Prancis, dan Kanada.

Organisasi Kesehatan Dunia belum menyebut wabah itu sebagai darurat kesehatan global, tetapi beberapa pakar kesehatan mempertanyakan apakah China dapat terus menahan penyebarannya.

China mengkonfirmasi 1.975 kasus pasien yang terinfeksi dengan virus Corona baru pada 25 Januari, sementara jumlah kematian akibat virus telah meningkat menjadi 56, menurut siaran CCTV seperti dikutip Reuters, Minggu (26/1/2020).

Wabah itu telah mendorong penambahan pembatasan pergerakan orang di China. Di Kota Wuhan hanya kendaraan darat yang boleh digunakan dan hal itu hanya dibolehkan dalam kondisi darurat.

Amerika Serikat menyatakan pihaknya akan merelokasi personel di konsulatnya di Wuhan ke Amerika Serikat dan akan menawarkan sejumlah kursi terbatas kepada warga negara AS dalam penerbangan 28 Januari ke San Francisco.

Otoritas kesehatan di Beijing mendesak orang-orang untuk tidak berjabat tangan, melainkan memberi hormat menggunakan gerakan tradisional saja. Saran itu dikirim dalam pesan teks yang dikirimkan ke pengguna ponsel di kota pada hari ini.

Kanada mengumumkan kasus “dugaan” pertama yang dikonfirmasi tentang virus tersebut pada seorang penduduk yang telah kembali dari Wuhan.

Pasien, seorang pria berusia 50-an, tiba di Toronto pada 22 Januari dan dirawat di rumah sakit pada hari berikutnya setelah mengalami gejala penyakit pernapasan, kata satu pejabat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top