Dampak Virus Corona: Pameran Seni Art Basel Hong Kong Terancam

Penyebaran Virus Corona: Art Basel Hong Kong, Pameran Seni Paling Prestisius di Asia Terancam Berantakan
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  16:03 WIB
Dampak Virus Corona: Pameran Seni Art Basel Hong Kong Terancam
Jalan kosong terlihat di Wuhan, provinsi Hubei, China, Rabu (29/1/2020). Instagram - emilia via Reuters

Bisnis.com, BANDUNG –-Perhelatan Art Basel Hong Kong pada Maret mendatang terancam batal, setelah para galeri meminta panitia mengurungkan salah satu art fair atau pameran seni paling prestisius di Asia tersebut, sehubungan dengan penyebaran mematikan dari virus corona.

Korban tewas dari virus yang berasal dari Wuhan, China ini, telah meningkat menjadi setidaknya 170 jiwa, sedangkan jumlah kasus infeksi melonjak lebih dari 7.700 kasus.

Di Hong Kong dilaporkan 10 kasus telah terkonfirmasi. Akibat kejadian tersebut museum dan sekolah-sekolah ditutup. Seluruh layanan kereta api ditangguhkan, sedangkan penerbangan akan dikurangi setengahnya, mulai Kamis (30/1/2020).

Janelle Reiring, co-founder dari Metro Pictures Gallery di New York mengatakan bahwa Hong Kong bukanlah tempat yang tepat untuk dikunjungi pada saat ini. “Lantaran persoalan politik, sejumlah protes, dan kini virus. Tak ada yang mau mengirimkan orang untuk bekerja di sana seperti biasa,” katanya seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (30/1/2020).

Art Basel Hong Kong, yang menarik 88.000 pengunjung pada tahun lalu, dijadwalkan dibuka untuk tamu VIP pada  17 Maret di Hong Kong Convention and Exhibition Centre. Bank investasi asal Swiss, UBS Group AG merupakan mitra utama pameran tersebut.

Menurut laman resminya, terdapat 241 galeri dari 31 negara dan teritori yang akan berpartisipasi pada pameran edisi kedelapan itu.

Waralaba Art Basel, yang juga menangani art fair di Miami dan Basel, Swiss, merupakan bagian dari MCH Group AG di Swiss. Induk perusahaan tersebut telah berjuang secara finansial dan segala pembatalan di Hong Kong ini dapat menambah runyam persoalan mereka.

Perwakilan Art Basel menyatakan, pihaknya menanggapi dengan sangat serius wabah dan penyebaran virus corona baru-baru ini.  Mereka juga terus memantau perkembangan dan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah nasional.

“Kami juga berkonsultasi langsung dengan pakar terkait. Kami akan memberikan kabar terbaru terkait pameran Hong Kong kami,” katanya.

Kegelisahan Galeri

Bahkan sebelum virus  corona, Hong Kong telah diguncang oleh protes anti-pemerintah selama berbulan-bulan. Demonstrasi yang mengubah kota itu menjadi zona pertempuran pada akhir pekan. Kekacauan ini telah mendatangkan malapetaka bagi pariwisata Hong Kong dan sektor ritel. Ekonomi mereka pun terjun ke jurang resesi.

Beberapa dealer telah meminta pameran tersebut dibatalkan dan beberapa sudah memutuskan keluar. Satu kelompok dari pemilik-pemilik galeri baru-baru ini mengadakan pertemuan di New York membahas situasi tersebut.

Awal bulan ini, 24 galeri telah menandatangani surat kepada penyelenggara pameran tersebut untuk meminta sejumlah konsesi. Namun, wabah virus corona telah mengubah keadaan.

Kegelisahan di antara para pemiliki galeri kian bertambah seiring dekatnya tenggat waktu untuk melakukan pembayaran akhir pameran dan memesan pengiriman seni yang mahal ke Hong Kong.

Richard Nagy, pemilik sebuah galeri terkenal di London, menulis kepada penyelenggara pada Rabu (29/1/2020), meminta mereka untuk membatalkan pameran itu.

"Menyesal, kami percaya situasi ini membutuhkan kepemimpinan yang tegas dan Art Basel Hong Kong 2020 yang terluka parah harus dijauhkan dari kesengsaraannya dengan cepat," tulis Nagy dalam surel kepada penyelenggara seperti  dilihat oleh Bloomberg.

Bukan tanpa sebab, Nagy mengatakan, setelah menghubungi sejumlah kliennya terkait pameran ini, mereka enggan hadir ke sana. Bahkan beberapa dari mereka terkejut karena pameran masih tetap digelar.

"Sama sekali tidak ada keraguan dalam pikiran kami bahwa pameran seni ini sekarang secara komersial mendukung kehidupan yang palsu," tulisnya.

Sebetulnya ada preseden untuk pembatalan Art Basel. Pada eidisi pertama Miami Basel ditangguhkan setelah insiden 9/11 pada 2001.

Selain itu, terdapat klausul kontrak antara penyelenggara pameran dan galeri bahwa gelaran dapat dibatalkan jika situasi ekonomi atau politik sangat membahayakan.

"Tentunya titik ini sudah lewat. Tolong beri tahu kami apa dan di mana ketentuan itu telah ditarik, pada titik apa Art Basel Hong Kong akan membatalkan pertunjukan? Apakah menunggu 100 kasus terinfeksi di Hong Kong? Apakah kematian di Hong Kong? Tepatnya di mana sikap kalian dalam masalah ini?,” kata Nagy. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top