Konser Girl Talk, Lantunan Kisah Siswa SMA

Seni budaya mampu mengembangkan karakter siswi SMA. Melalui seni, generasi muda, cerdas dan berintegritas bisa tercipta.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 09 Februari 2020  |  11:19 WIB
Konser Girl Talk, Lantunan Kisah Siswa SMA
Konser paduan suara Girl Talk, mengangkat kisah kasih, suka maupun duka anak SMA, dipimpin atau conductor oleh Christine Tambunan pelatih vokal The Rezonanz Music Studio dan Vienna Music School.

Bisnis.com, JAKARTA -- Lantunan musik Somewhere Over the Rainbow menggairahkan semangat penonton. Lagu tersebut membuka konser perdana bertajuk Girl Talk.

Usai lagu klasik lagu, penonton diajak untuk menikmati dentuman musik berirama cepat dari lagu 'The Best Day of My Life.' Penontonnya adalah siswa sekolah menengah atas (SMA).

Kisah kasih siswa SMA akan selalu teringat sepanjang masa, hal ini mendorong Christine Tambunan, murip vokal Avio Priatna dan soprano Aning Katamsi menggelar konser bertajuk Girl Talk.

Dengan menggandeng murid-murid lintas kelas SMA Tarakanita 1, Pulo Raya, Christine Tambunan melantunlan 16 lagu bersama 31 solis dari sekolah homogen perempuan tersebut pada Jumat malam (7/2/2020) di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail.

Christine mengatakan kepada Bisnis.com, konser perdana bertajuk Girl Talk ini memang mengambil kisah anak SMA, khususnya kisah para siswi. Ada cerita patah hati dalan lagu 'I'll Never Love Again', lalu bagaimana para sahabat menghibur kala patah hati melalui lagu 'Keep Holding On'.

Adapula cerita tentang bagaimana anak SMA kerap ingin menjadi populer seperti kawannya, kisah ini terepresentasikan dalam lagu 'Unpretty/I Feel Pretty' dan 'Popular.' Dilanjutkan dengan cerita anak SMA perlu menjadi diri sendiri melalui lagu 'True Colors' dari Phil Collins.

"Jadi memang saya mencoba menyusun konser ini sejak tahun lalu dengan perpaduan lagu terkini dan lagu lama, supaya kalau penonton orangtua murid tetap bisa menikmati dan mengingat masa SMA mereka," jelas Christine kepada Bisnis.com usai konser.

Serangkaian kisah kasih, suka dan duka anak SMA dari suara merdu siswi-siswi SMA Tarakanita 1 ini pun ditutup dengan lagu 'Girls Just Wanna Have Fun.'

Konser berdurasi sekitar 3 jam dari pukul 19.00 ini sampai 22.00 WIB ini juga menghadirkan penampilan paduan suara tingkat SMP dari SMP Tarakanita 1, SMP Tarakanita 4, dan SMP Tarakanita 5.

Selain menjadi pelatih vokal di The Resonanz Music Studio, dan Vienna Music School, Christine juga menjadi guru seni budaya spesialisasi seni musik di SMA Tarakanita 1. Dia pun berharap agar paduan suara ini bisa menghadirkan kembali konser-konser mini untuk menjadi momen pelatihan seni musik bagi generasi muda Indonesia.

Kepala Sekolah SMA Tarakanita 1, Sr. Pauletta pun menambahkan, bahwa seni budaya adalah salah satu aspek penting pengembangan karakter siswi SMA Tarakanita 1 di luar bidang akademik. Oleh sebab itu, konser ini menunjukkan kemajuan yang dicapai para siswi dalam menggali potensi diri tak hanya di bidang akademik, namun juga di bidang seni dan budaya. Dia pun mengakui, hal ini sejalan dengan misi pendidikan Tarakanita yang bertujuan mewujudkan generasi cerdas berintegritas.

“Lewat konser ini siswa belajar mengeskpresikan potensi seni budaya, selama proses persiapan pun banyak pelajaran yang didapat, termasuk bagaimana mengidentifikasi masalah, mencari solusi, lalu bekerjasama untuk mengatasinya,” ungkapnya.

Dia pun meyakini, belajar seni sama pentingnya dengan mempelajari pelajaran lain. Tercermin dalam pernyataan Lisa Phillips, seorang penulis, bahwasanya ada banyak keahlian yang bisa dipelajari melalui seni.

“Belajar seni membuat kita berlatih berpikir kreatif, percaya diri, memecahkan masalah, tangguh, tidak mudah menyerah, fokus, dan bertanggung jawab. Cerdas berintegritas dicapai melalui pembelajaran akademik dan seni budaya,” tuturnya.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
konser

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top