Presiden Jokowi: Hasil Tes 62 Terduga Corona Negatif

Presiden Joko Widodo, Selasa (11/2/2020), menyampaikan Indonesia belum terpapar virus Corona. Sejauh ini pemerintah mencatat terdapat laporan pemeriksaan kepada 62 terduga Corona.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  17:17 WIB
Presiden Jokowi: Hasil Tes 62 Terduga Corona Negatif
Ilustrasi-Petugas menggunakan baju khusus berjaga di luar pintu masuk ke gedung perumahan Hong Mei House di Cheung Hong Estate di distrik Tsing Yi, Hong Kong, China, Selasa (11/2/2020). Pemerintah Hong Kong mengevakuasi warga di sebuah gedung setelah dua pasien di Pusat Perlindungan Kesehatan yang berasal dari tempat tersebut terinfeksi virus corona. Bloomberg - Justin Chin

Bisnis.com, BOGOR - Presiden Joko Widodo, Selasa (11/2/2020), menyampaikan Indonesia belum terpapar virus Corona. Sejauh ini pemerintah mencatat terdapat laporan pemeriksaan kepada 62 terduga Corona.

"Kemarin ada 62 yang suspect, tapi setelah dicek semuanya pada posisi negatif. Ini patut kita syukuri," kata Presiden di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Jokowi menyampaikan apresiasi terhadap ekstra kerja keras seluruh jajaran kementerian dan lembaga, khususnya Kementerian Kesehatan. Hal ini menujukkan kesiapan sekaligus kewaspadaan Indonesia terhadap virus yang, secara global telah menelan korban jiwa lebih dari 1.000 orang tersebut.

Dalam kesempatan terpisah Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menyampaikan 62 spesimen yang telah diperiksa berasal dari 16 provinsi.

Sebanyak 14 orang di antaranya berasal dari DKI Jakarta dan sisanya Bali (11 orang), Jawa Tengah (7), Jawa Barat (6), Jawa Timur (5), Banten (4), Sulawesi Utara (4), Yogyakarta (2), dan Kalimantan Timur (2).

Sisanya berasal dari Jambi, Papua Barat, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara, yang masing-masing memeriksa 1 spesimen.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Siswanto menambahkan bahwa seluruh pemeriksaan telah memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kementerian Kesehatan bukan kali pertama menangani virus baru yang kemudian menjadi wabah secara global.

Siswanto menjelaskan pada dasarnya pemeriksaan terhadap virus Corona menggunakan pendekatan biomolekuler, yakni pendekatan dari genomic. Dengan demikian pemeriksaan dilakukan menggunaan PCR atau Polymerase Chain Reaction. "Artinya dengan suatu penggandaan DNA atau RNA apakah betul itu adalah RNA dari nCov [corona jenis baru], begitu ya," katanya.

Siswanto menegaskan bahwa laboratorium yang dijadikan rujukan mampu melakukan hal tersebut. Pasalnya rumah sakit rujukan memiliki 4 mesin sekuensi genome sehingga dpat mendeteksi Corona jenis baru.

Berdasarkan data WHO, virus Corona telah menginfeksi lebih dari 43.000 orang. Korban jiwa akibat virus Corona jenis baru ini pun terus bertambah. Hingga Selasa (11/2/2020) pukul 14.10 WIB virus ini telah merenggut 1.018 nyawa manusia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, virus corona

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top