Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pencegahan Virus Corona: Edukasi Masyarakat Jadi Langkah Strategis

Covid-19 sedang menjadi isu di dunia kesehatan global saat ini. World Health Organization (WHO) telah menetapkan Covid-19 sebagai darurat kesehatan yang meresahkan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 15 Februari 2020  |  15:23 WIB
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). ANTARA FOTO - Umarul Faruq
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). ANTARA FOTO - Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai masyarakat perlu mendapatkan edukasi yang komprehensif dan benar mengenai virus corona atau Covid-19, terutama terkait kasus yang terjadi dan cara penanganan.

Ketua Umum IDI Daeng M Faqih mengatakan terdapat beberapa hal yang perlu diketahui terkait kasus virus corona baru ini, salah satunya adalah Covid-19 memiliki persentase keganasan yang rendah apabila dibandingkan dengan virus corona terdahulu, seperti SARS dan MERS.

Catatan Worldometer menyatakan bahwa ada sekitar 60.000 kasus yang telah terkonfirmasi di seluruh dunia dan 1.300 orang di antaranya telah meninggal dunia.

Dengan demikian, lanjut Daeng, tingkat keganasan virus ini berkisar pada angka 2 persen. Jauh lebih rendah bila dikomparasi dengan MERS yang memiliki tingkat kematian 30 persen.

Selain itu, lanjutnya, kasus kematian yang terjadi terkait Covid-19 juga tak serta merta diakibatkan oleh infeksi virus melainkan ada penyakit penyerta yang dimiliki oleh pasien. Kendati begitu, kabar tidak baiknya ialah virus corona baru tersebut dilaporkan memiliki kecepatan menyebar yang tinggi.

“Masyarakat tidak boleh panik dan cemas, karena keganasannya [Covid-19] ini rendah dan kematian yang terjadi tidak murni karena virus. Khawatir tidak apa-apa, tetapi jangan berlebihan dan harus diiringi upaya pencegahan,” tandasnya.

Daeng melanjutkan bahwa edukasi kepada masyarakat juga harus memasukkan konten tentang bagaimana mereka bisa melakukan pencegahan mandiri. Terkait ini, dia mengungkapkan IDI telah membentuk satuan tugas (satgas) siap siaga.

Satgas ini mempunyai empat tugas pokok, salah satunya yang paling strategis, kata Daeng, adalah memberikan edukasi kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

Head of Medical Management of Good Doctor Adhiatma Gunawan mengatakan bahwa salah satu langkah preventif yang bisa dilakukan masyarakat Indonesia terkait Vocid-19 adalah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Menurutnya, paling tidak ada lima hal simpel dan sederhana yang efektif untuk mencegah infeksi virus corona tersebut. Pertama, mencuci tangan dengan air mengalir secara benar. Kedua, menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersih dan usahakan menutup dengan tisu.

Ketiga, menjaga jarak dengan orang yang terkena gejala flu atau pilek. Ini dilakukan karena salah satu gejala umum yang muncul dari Covid-19 adalah flu. Keempat, masak daging atau telur sampai matang. Kelima, jauhi hewan ternak.

“Perilaku hidup bersih dan sehat adalah upaya antisipatif untuk pencegahan penyebaran infeksi virus, termasuk yang baru [Covid-19] ini. Perilaku ini juga seharusnya tidak berhenti dilakukan ketika nanti kasus ini sudah mereda. Harus dilanjutkan untuk kesehatan diri sendiri,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikatan dokter indonesia virus corona
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top