Gantung Raket, Ini Cara Maria Sharapova Melipatgandakan Kekayaannya

Petenis cantik asal Rusia ini akhirnya gantung raket setelah 28 tahun menekuni permainan tenis. Sharapova tidak pensiun dengan tangan kosong, penghasilannya selama menjadi petenis ternyata diinvestasikan ke berbagai usaha.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  11:16 WIB
Gantung Raket, Ini Cara Maria Sharapova Melipatgandakan Kekayaannya
Maria Sharapova - Daily Mail

Bisnis.com, JAKARTA - Petenis profesional Maria Sharapova, 32 tahun, baru saja mengumukan pengunduran dirinya dari karir yang dia geluti sejak belia.

Dia mengumumkan pengunduran dirinya di Vanity Fair pada hari Rabu (27/2), dan mengatakan tenis telah menjadi tantangan terbesar baginya, yang dia gambarkan sebagai gunung.

"Dan setelah 28 tahun bermain, saya siap untuk mendaki gunung lain untuk bersaing di jenis medan yang berbeda," ujarnya.

Sepanjang karirnya sebagai petenis, dia telah memenangkan lima gelar Grand Slam, menjadikannya pemain tenis dengan bayaran tertinggi kedelapan sepanjang masa dan petenis wanita dengan bayaran tertinggi ketiga setelah Williams bersaudara.

Ketika berusia 7 tahun, Sharapova pergi ke Amerika Serikat dan meninggalkan Rusia dengan ayahnya hanya dengan uang sebesar US$700.

Pada usia 17 tahun, dia berhasil mengantongi kekayaan sekitar US$723.000 dan gelar Grand Slam setelah mengalahkan Serena Williams pada Wimbledon 2004.

Meskipun tidak ada angka kekayaan bersih yang dapat diverifikasi, dia tentu saja pensiun dengan nyaman.

Forbes memperkirakan penghasilan sepanjang karirnya sebesar US$325 juta. Di samping itu, Sharapova diperkirakan menghasilkan total US$27,1 juta antara pertengahan 2011 dan pertengahan 2012. Hanya sekitar US$5 juta yang berasal dari kemenangan di lapangan tenis.

Dilansir melalui Business Insider, penghasilan yang dia peroleh selama karirnya mencapai US$38,8 juta, tetapi kemitraan dan sponsor memberikannya lebih banyak pendapatan.

Selama 17 tahun karir profesionalnya sebagai pemain tenis, Sharapova mampu membangun 'branding' senilai jutaan dolar melalui kemitraan dengan nama-nama besar seperti Nike dan Evian, dia bahkan menciptakan perusahaan permen sendiri.

Pada 2010, dia menandatangani kontrak 8 tahun dengan Nike yang diperkirakan senilai lebih dari US$70 juta dan memungkinkannya mendesain pakaian dan sepatu sendiri.

Merek-merek besar lain yang telah memiliki kemitraan jangka panjang dengan Sharapova termasuk Porsche, Tag Heuer, dan Evian. Dia juga memiliki kemitraan dengan Land Rover, Samsung, raket Head, dan Canon.

Selain sebagai brand ambassador untuk banyak perusahaan, Sharapova juga menjalankan bisnisnya sendiri. Dia meluncurkan Sugarpova, sebuah perusahaan permen, pada tahun 2012 dengan modal US$500.000 dari sakunya sendiri dan tanpa investasi luar.

Pada 2016, karirnya sempat redup di balik skandal doping setelah gagal lolos tes narkoba pada Australia Open dan mengaku bahwa dia mengkonsumsi Meldonium. Meldonium adalah obat jantung yang telah ditambahkan ke daftar zat terlarang Federasi Tenis Internasional pada awal 2016.

Beberapa merek, seperti Nike dan Porsche, awalnya menjauh tetapi akhirnya memutuskan untuk terus bekerjasama. Evian melanjutkan hubungannya tanpa masalah. Namun, Tag Heuer menghentikan negosiasi perpanjangan kontrak dengannya.

Pada 2016, Sharapova diperkirakan telah mengantongi pendapatan sebesar US$21,9 juta, menjadikannya atlet dengan bayaran tertinggi ke-88 tahun itu menurut Forbes.

Sejak kembali ke lapangan pada 2017, Sharapova kesulitan mengatasi masalah bahu kronis dan hanya membawa pulang satu kemenangan dari tur Asosiasi Tenis Wanita.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenis

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top