Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kami Siap Berjuang Jadi Ujung Tombak! Ini Curhatan Dokter RS Persahabatan

Menjadi dokter dan perawat memang lelah. Bergumul dengan penyakit-penyakit baru dan harus bersabar menghadapi sikap pasien, di tengah keterbatasan infrastruktur.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  13:24 WIB
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). ANTARA FOTO - Umarul Faruq
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). ANTARA FOTO - Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA - Dokter dan petugas medis menjadi garda terdepan dalam penanganan virus corona atau Covid-19. Pasalnya, mereka yang berinteraksi langsung dengan pasien yang terinfeksi virus ini.

Sejauh ini, dokter maupun petugas medis di rumah sakit rujukan Covid-19 masih mampu menangani para pasien. Kendati begitu, kemampuan tenaga medis menangani pasien yang semakin banyak jumlahnya, semakin terbatas.

"Kalau di pusat rujukan, kami siap. Dokter parunya masih senyum-senyum walaupun capek," ujar dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, dr. Elisna Syahruddin, Ph.D., Sp.P(K) saat dihubungi Bisnis, Kamis (19/3/2020).

Ya tak dipungkiri, beban pekerjaan tenaga medis akibat wabah pandemi global semakin bertambah. Tentunya, beban kerja ini menambah kadar lelah dan stres para dokter dan petugas medis.

Apalagi, tenaga medis harus bergelut dengan alat pelindung diri (APD) seperti masker, kacamata, dan baju pelindung dalam penanganan pasien Covid-19. Tentunya, ini bukan perkara mudah bekerja dengan APD dan dokter harus berada di ruang isolasi rata-rata 4 jam.

"Pasti ada lelah, dibilang stres, kerjaan dokter memang stres," ucap Elisna yang masih bisa tertawa kecil di tengah perjuangannya menangani pandemi ini.

Sayangnya, di tengah perjuangan para dokter dan petugas medis, masih saja ada masyarakat yang merendahkan profesi mereka. Padahal mereka adalah pejuang untuk segera mengatasi pandemi yang menular sedemikian masif dan memakan cukup banyak korban jiwa.

"Kami hanya minta dipahami, tapi keluar ucapan yang menurut kita kurang ajar, kan merendahkan tenaga medis kami. Perawat dianggap room boy, terlalu kurang ajar," kesal Elisna.

Dia berharap agar masyarakat percaya pada tugas yang mereka lakukan. Dokter dan petugas medis akan selalu siap dalam menangani pandemi ini. "Jangan khawatirkan kami, yang dikhawatirkan itu kalau alatnya tidak ada," singgung Elisna.

Selain itu,  dia meminta agar masyarakat aware terhadap penyebaran virus corona ini. Setidaknya pedoman yang dibuat pemerintah ditaati demi kelangsungan hidup dan kesehatan masyarakat itu sendiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dokter perawat Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top