Obat Keras, Berikut Fakta-Fakta Chloroquine Obat Corona

Masyarakat dikabarkan banyak membeli dan menyetok obat malaria tersebut di tengah wabah virus corona Covid-19.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 21 Maret 2020  |  18:36 WIB
Obat Keras, Berikut Fakta-Fakta Chloroquine Obat Corona
Chloroquine obat antimalaria - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ari Fahrial Syam memperingatkan masyarakat jangan sembarangan menggunakan obat chloroquine phosphate.

Masyarakat dikabarkan banyak membeli dan menyetok obat malaria tersebut di tengah wabah virus corona Covid-19.

Ari menerangkan, obat malaria merupakan obat keras, tidak seperti paracetamol dan obat yang dijual di warung.

“Itu kan masih dalam pengujian (pengobatan pasien Covid-19), obat itu harus dengan resep dokter,” ujar dia saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (20/3/2020).

Berikut informasi chloroquine yang patut Anda tahu dikutip dari www.cdc.gov:

Apa itu chloroquine?

Chloroquine (juga dikenal sebagai  chloroquine phosphate) adalah obat antimalaria. Pemanfaatan obat ini harus berdasarkan resep dokter.

Di pasaran, obat dijual sebagai obat generik maupun obat bermerek. Tersedia dalam tablet dengan dua ukuran: 150 mg dan 300 mg. Chloroquine diresepkan untuk pencegahan atau pengobatan malaria.

Siapa yang bisa minum chloroquine?
 
Chloroquine dapat diresepkan untuk orang dewasa dan anak-anak dari segala usia.  Juga bisa untuk wanita hamil dan ibu menyusui.
 
Siapa yang tidak bisa memanfaatkan chloroquine?
 
Penderita psoriasis sebaiknya tidak mengonsumsi chloroquine.
 
Bagaimana cara mengonsumsi chloroquine?
 
Baik orang dewasa dan anak-anak  membutuhkan satu dosis chloroquine per minggu, setidaknya 1 minggu sebelum bepergian ke daerah di mana penularan malaria terjadi. Kemuduian, satu dosis per minggu selama di area penularan malaria, dan selama 4 minggu berturut-turut setelah kembali dari daerah endemis malaria.
 
Dosis mingguan untuk orang dewasa adalah 300 mg. Dokter akan menghitung dosis mingguan yang benar untuk anak berdasarkan berat badan anak. Dosis anak tidak boleh melebihi dosis dewasa 300 mg per minggu.

Di mana bisa membeli chloroquine?
 
Obat antimalaria bisa dibeli di apotek dengan resep dokter. Belilah di apotek agar terhindar dari obat palsu atau terkontaminasi, sehingga tidak melindungi Anda dari malaria.
 
 
Akankah chloroquine berinteraksi dengan obat lain?
 
Beberapa obat lain dapat berinteraksi dengan choloroquine dan menyebabkan masalah. Dokter bertanggung jawab untuk mengevaluasi obat-obatan lain yang Anda gunakan untuk memastikan bahwa tidak ada interaksi antara obat yang digunakan dengan chloroquine.

Dalam beberapa kasus, obat-obatan dapat disesuaikan untuk meminimalkan interaksi. Anda juga dapat meminta apoteker untuk memeriksa interaksi obat.

Apa efek samping potensial dari chloroquine?

Chloroquine adalah obat yang relatif dapat ditoleransi dengan baik. Efek samping yang paling umum dilaporkan adalah sakit perut, mual, muntah, dan sakit kepala. Efek samping ini seringkali dapat dikurangi dengan mengonsumsi chloroquine dengan makanan.
 
Chloroquine juga dapat menyebabkan gatal pada beberapa orang. Semua obat mungkin memiliki beberapa efek samping. Efek samping ringan seperti mual, muntah sesekali, atau diare biasanya tidak memerlukan penghentian obat antimalaria. Jika Anda tidak dapat menoleransi obat antimalaria Anda, kunjungi penyedia layanan kesehatan.
 
Pertimbangan lain: overdosis obat antimalaria, terutama chloroquine, bisa berakibat fatal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona, Fact or Fake, Chloroquine

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top