Pasien Virus Corona Ceritakan Sakit yang Dirasakannya

Menyakitkan saat bernapas, maksudku menarik dan menghembuskan napas, ditambah sakit kepala, sungguh tak nyaman
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  11:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang pasien virus corona asal California Amerika Serikat Justin Wilhite (39), seorang pria asal California, mengungkapkan kondisinya sebelum dinyatakan positif COVID-19.

Dia yang menyandang diabetes tipe-1 melalui laman Twitter, mengaku gejala awalnya berbeda dari flu. Dia merasa sulit bernapas dan nyeri pada paru-parunya.

Kondisi ini dimulai pada 4 Maret 2020. Saat itu, Justin mulai sakit kepala dan merasa ada yang aneh pada paru-parunya. Namun dia mengira itu karena alergi.

Tetapi dia mulai sulit bernapas hingga merasa nyawanya akan melayang. Justin hanya tahu dirinya terkena flu dan mendapatkan perawatan flu hingga sembilan hari berikutnya.

"Menyakitkan saat bernapas, maksudku menarik dan menghembuskan napas, ditambah sakit kepala, sungguh tak nyaman," tulis Justin.

"Aku tak berpikir nyeri dada seperti mau serangan jantung atau flu. Ini bukan flu. Kita semua tahu soal flu. Semakin berpikir aku merasa ini sakit paru. Sulit menggambarkannya, pokoknya seperti menghirup udara dingin dan "rasa sakit" muncul sebelum paru-paru Anda kembali hangat. Agak seperti itu kurasa," ungkap Justin.

Dokter lalu meyakini dia positif corona dan memintanya melakukan karantina bersama keluarganya. Saat itu kondisi organ vitalnya baik.

Kini, 18 hari setelah gejala corona muncul Justin masih berjuang melawan penyakitnya itu. Sekitar delapan jam lalu, dia mengabari warganet kondisinya masih sama seperti kemarin, sakit paru-paru sedikit lebih terasa, sakit kepala dan lelah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top