Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berjemur di Bawah Matahari, Cegah Penularan Virus Corona

Sinar matahari mengandung vitamin D, yang membantu pertumbuhan tulang dan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  15:04 WIB
Berjemur pada pagi hari sebagai salah satu cara mendapat vitamin D - Istimewa
Berjemur pada pagi hari sebagai salah satu cara mendapat vitamin D - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah wabah virus corona (Covid-19), semua orang berbondong-bondong mencari cara pencegahan secara alami yang setidaknya bisa menyehatkan meski tidak terbukti dapat mencegah atau menyembuhkan virus ini. Salah satunya adalah berjemur di bawah sinar matahari.

Himbauan social distancing dan work from home (WFH) membuat kegiatan berjemur di bawah sinar matahari menjadi kegiatan yang mudah sekali dilakukan semua orang, tidak hanya pada bayi atau lansia saja. Berjemur ini diharapkan membunuh virus-virus jahat yang ada.

Charlotte Gornitzka dari UNICEF menyatakan bahwa meskipun virus flu tidak bertahan dengan baik di luar tubuh selama musim panas, tetapi belum ada penelitian lebih lanjut bagaimana panas berdampak pada virus corona mengingat virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan percikan dahak dari orang yang terinfeksi (melalui batuk dan bersin), dan jika menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus.

Tetapi tidak ada salahnya berjemur di bawah matahari karena banyak juga manfaat yang didapatkan. Menurut penelitian dari Journal of Internal Medicine mengatakan bahwa wanita yang secara teratur berjemur memiliki tingkat kematian yang lebih rendah daripada mereka yang berusaha untuk tidak terkena sinar matahari. Mereka juga memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan meninggal karena penyebab non-kanker dan non-kardiovaskular.

Para peneliti, yang mengikuti hampir 30.000 wanita Swedia selama 20 tahun, menentukan bahwa penghindar matahari mengurangi umur mereka hingga 0,6 menjadi 2,1 tahun. Para peneliti bahkan menyimpulkan bahwa menghindari matahari sama buruknya dengan merokok karena orang yang tidak merokok yang tinggal di tempat teduh memiliki umur yang sama dengan perokok dalam kelompok pecinta matahari.

Senada dengan penelitian itu, Dermatologist Dr. Richard Weller mengatakan bahwa manfaat kesehatan jantung yang didapat dari sinar matahari akan lebih besar daripada risiko kanker kulit. Penemuan besar adalah bahwa ketika kulit terpapar sinar matahari, senyawa yang disebut nitric oxide dilepaskan dalam pembuluh darah yang membantu menurunkan tekanan darah.

Diperkirakan satu-satunya manfaat kesehatan yang ditawarkan matahari adalah vitamin D, yang membantu pertumbuhan tulang, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan juga mengendalikan tekanan darah. Dr Weller juga mengatakan bahwa suplemen vitamin D saja tidak akan mampu mengimbangi kurangnya sinar matahari.

Tidak banyak yang menyadari bahwa matahari pagi yang baik itu hanya dari jam 7 pagi sampai jam 9 pagi selama 10 menit, matahari ini yang membantu menghasilkan Vitamin D. Setelah jam 10 pagi, paparan sinar matahari akan berbahaya bagi tubuh.

Nah, tidak ada salahnya kan berjemur di bawah sinar matahari? Asal tetap menerapkan social distancing agar selalu aman dan sehat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

matahari Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top