Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesian Young Scientists Dorong Pemerintah Bentuk Wireless Hospital

Pengaturan mekanisme kerja bagi tenaga medis bisa mengurangi beban rumah sakit melalui wireless hospital.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  19:06 WIB
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). - ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). - ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesian Young Scientist Forum mengatakan pentingnya pengaturan mekanisme kerja bagi tenaga medis untuk mengurangi beban rumah sakit melalui wireless hospital.

Berry Juliandi, anggota Indonesian Young Scientists dari Institut Pertanian Bogor mengatakan pemerintah perlu mengatur desentralisasi perawatan untuk meringankan beban rumah sakit. Salah satunya dengan Wireless Hospital Center Covid-19 yang berbasis video call.

“Nanti Staff adalah  Dokter umum atau surveilans dikomandani dokter paru untuk bisa memberikan instruksi ke pasien,” ujar Berry dikutip dari laporannya, Senin (23/3/2020).

Dia memerinci ada sejumlah alur kerja yang bisa dikerjakan melalui Wireless Hospital. Alur kerja ini adalah hasil pemikiran dr. Andika Chandra Putra, PhD SpP(K), Koordinator Medis, Spesialis Paru dan Respirasi RSUP Persahabatan, Pusat Rujukan Respirasi Nasional.

Pertama, pasiden menghubungi call center. Kedua, Center merespon dengan video call. Ketiga, Pasien diajari untuk memeriksa tanda-tanda vital, suhu dan keluhan respirasi. Ketempat, Tujuannya, pasien merasa terpantau dan diperhatikan sehingga sadar untuk melakukan karantina mandiri.

Kelima, obat-obatan juga bisa dikirimkan apabila diperlukan. Dengan demikian pasien tetap di rumah, tidak kemana-mana, tidak menulari yang lain, dan otomatis kata Berry tidak membebani rumah sakit.

Bisnis mencatat, salah satu pemerintah provinsi yang sudah mencoba menerapkan wireless hospital adalah Pemprov Jawa Timur. Tak meluncurkan website data sebaran pasien dan lokasi pasien, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memilih meluncurkan platform pengecekan Covid-19 seperti Halodoc ataupun Alodokter, khusus bagi masyarakat Jawa Timur.

Oleh sebab itu, bagi masyarakat yang ingin melakukan self check up untuk deteksi Covid-19 bisa mengakses di laman: checkupcovid19.jatimpemprov.go.id. Melalui langkah ini diyakini bisa mengurangi potensi masyarakat pergi ke dokter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dokter Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top