Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mantan Kontak di Masa Pandemi, Kata Profesor Psikologi Bisa Jadi Cuma Bosan

Di tengah masa pandemi virus Corona (Covid-19) ada banyak alasaan seseorang menghubungi kembali mantan pasangannya. Hal ini dikemukakan oleh Gwendolyn Seidman, seorang profesor psikologi dan ketua departemen psikologi di Albright College.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 25 April 2020  |  16:43 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah masa pandemi virus Corona (Covid-19) ada banyak alasaan seseorang menghubungi kembali mantan pasangannya. Hal ini dikemukakan oleh Gwendolyn Seidman, seorang profesor psikologi dan ketua departemen psikologi di Albright College.

Pandemi telah membawa perubahan besar terhadap rutinitas kerja hingga sosial masyarakat. Manusia dipaksa melakukan kontak sosial dengan jarak aman yang pada akhirnya sangat membatasi kesempatan untuk bertemu dengan orang lain.

Seidman menjelaskan bahwa salah satu kebutuhan dasar manusia adalah bersosialisasi. Dalam rentang waktu tertentu ketiga kontak sosial sangat terbatas, seseorang akan berupaya keras menjalin kontak dengan orang lain.

Manusia sewajarnya akan merasa bosan saat kegiatan sosial mereka sangat terbatas. Menghubungi salah satu mantan pasangan pun menjadi satu cara untuk memberikan bumbu baru ke kehidupan.

Selain itu dalam kondisi normal, lanjut Seidman, ada banyak cara untuk bertemu dengan orang baru atau bahkan menjalankan hubungan terlarang. Saat situasi pandemi, hanya tersisa aplikasi online yang menyediakan layanan tersebut.

Namun tidak semua orang merasa nyaman mencari pasangan melalui dunia maya. Mantan pun menjadi orang yang tepat untuk mencari sedikit cerita romansa di tengah karantina.

“Salah satu alasan ini dapat menyebabkan Anda menghubungi seorang mantan ketika Anda mencari cara untuk menghabiskan waktu atau cara untuk terhubung dengan orang lain,” kata Seidman mengutip Psychologytoday.com, Sabtu (25/4/2020).

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan ada alasan-alasan yang lain yang lebih dalam. Bisa jadi sebelum masa pandemi, seseorang telah memiliki keinginan untuk kembali ke cinta lamanya.

“Ini bisa berupa harapan untuk kembali bersama, atau hanya perasaan nostalgia atau kepedulian terhadap seseorang yang dulu merupakan bagian penting dari hidupnya,” kata Seidman.

Masa krisis pun membantu hal tersebut terlaksana. Dalam situasi normal, seseorang akan kesulitan menemukan alasan saat mengontak mantannya.

Namun saat dunia terpapar virus dan sekitar 200.000 orang telah meninggal karena virus tersebut, menanyakan keadaan seseorang akan terasa normal dan bahkan menjadi hal yang benar untuk dilakukan. “Ini akan membuat seseorang lebih percaya diri untuk menghubungi mantannya,” kata Seidman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gaya hidup covid-19

Sumber : Psychologytoday

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top