Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sehat Saat Ramadan Tanpa Rebahan

Kondisi ini menjadi tantangan bagi umat muslim yang tengah berpuasa hingga 1 bulan ke depan. Apalagi telah ada pembatasan sosial untuk mencegah lebih besar penyebaran Covid-19, hingga menggiring semua orang lebih baik berdiam di rumah saja.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 27 April 2020  |  13:50 WIB
Olahraga di rumah - istimewa
Olahraga di rumah - istimewa

Bisnis.com, Jakarta - Bulan Ramadan telah tiba. Namun sayang, tahun ini suasananya berbeda karena dunia, termasuk Indonesia, tengah dilanda pandemi virus corona atau Covid-19.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi umat muslim yang tengah berpuasa hingga 1 bulan ke depan. Apalagi telah ada pembatasan sosial untuk mencegah lebih besar penyebaran Covid-19, hingga menggiring semua orang lebih baik berdiam di rumah saja.

Alhasil kaum rebahan pun semakin bertambah karena banyak orang vacum dari aktivitas rutin seperti pergi ke kantor, sekolah, atau sekedar bertemu dengan teman.

Tentu, kebiasaan rebahan tidaklah baik bagi kesehatan. Terlalu lama tiduran, itu berisiko terhadap beragam penyakit seperti sendi kaku dan nyeri, obesitas, stroke, hingga serangan jantung. Oleh karena itu, olahraga menjadi penting sekalipun sedang berpuasa di tengah pendemi ini. Apalagi dengan berolahraga diyakini bisa meningkatkan imunitas, sebagai salah satu upaya mencegah diri dari infeksi virus corona.

"Kita berolahraga tujuannya untuk menjaga supaya kita tidak obesitas dan terhindar dari berbagai macam penyakit," ujar dokter spesialis kedokteran olahraga, Andi Kurniawan kepada Bisnis.

Dia mengatakan bahwa waktu olahraga yang tepat, khususnya untuk meningkatkan denyut jantung dan membakar kalori bisa dilakukan 1 jam menjelang berbuka puasa. "Supaya tidak terjadi dehidrasi, setelah olahraga kita bisa langsung minum," sebut Ketua Tim Medis Kontingen Indonesia saat Asian Games 2018 itu.

Namun bagaimana pada siang hari yang identik dengan merebahkan diri? Andi menjelaskan bahwa olahraga itu sebenarnya melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit, 5 kali dalam seminggu atau 150 menit per minggu. Sebanyak 30 menit aktivitas fisik tersebut bersifat kardio atau olah tuubuh untuk meningkatkan denyut jantung dan pernafasan, seperti jogging, bersepeda, atau treadmill.

Selain aktivitas fisik, ada pula aktivitas rutin di rumah seperti menyapu, ngepel, mencuci mobil, mencuci baju atau aktivitas yang membuat tubuh bergerak. "Tubuh kita didesain untuk bergerak. Kalau rebahan saja nggak gerak sama sekali, ototnya jadi kaku, sendi jadi kaku," sebutnya.

Bahkan kata Andi bila perlu, masyarakat bisa aktif bermain aplikasi Tik Tok ketimbang hanya rebahan di rumah. Setidaknya dengan bermain Tik Tok, tubuh akan bergerak. "Apalagi mencoba gerakan berkali-kali kan mungkin bisa 5 menit sampai 10 menit, baru diupload sampai gerakannya lebih bagus," tukas

Sehat saat berpuasa dan menghadapi masa pandemi virus corona tak hanya berolahraga. Asupan gizi seimbang untuk tubuh juga penting.

Setidaknya, zat gizi atau nutrisi yang penting bagi tubuh yaitu makronutrien, mikronutrien, dan nutrient spesifik. Makronutrien terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Mikronutrien terdiri dari vitamin seperti vitamin A, C, D, dan E, serta mineral seperti selenium dan zinc. Sementara nutrien spesifik terdiri dari omega 3, hesperidin dan prebiotik. Semua zat itu terdapat dari makanan segar seperti sayur, buah, daging, telur, dan ikan.

Praktisi Gizi, dr. Tirta Sari mengatakan puasa adalah proses detoksifikasi. Sebisa mungkin jangan mengonsumsi gula dan gorengan secara berlebih saat sahur dan berbuka puasa.

Sangat dianjurkan untuk memakan kurma khususnya saat berbuka puasa. "Pilihan yang paling baik dengan menggunakan kurma. Rasul tidak mencotohkan buka puasa dengan teh manis. Karena bisa mentrigger adanya inflamasi (peradangan)," tuturnya.

Nyatanya, selain karbohidrat sederhana, kurma mengandung banyak nutrisi. Kurma mengandung serat, protein, kalium, magnesium, tembaga, mangan, zat besi, dan vitamin B6. Tak hanya itu, kurma juga kaya akan asupan kalsium vitamin K, folat, serta antioksidan seperti karoten, fenolik, avanoid, dan anthocyanin, yang sangat baik bagi tubuh.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ramadan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top