Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

UI Buat Alat Deteksi Pneumonia Akibat Covid-19 Berbasis Kecerdasan Buatan  

Universitas Indonesia (UI) mengembangkan alat deteksi pneumonia akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 15 Mei 2020  |  08:08 WIB
Gedung Rektorat Universitas Indonesia. - Antara/Feru Lantara
Gedung Rektorat Universitas Indonesia. - Antara/Feru Lantara

Bisnis.com, JAKARTA – Universitas Indonesia (UI) mengembangkan alat deteksi pneumonia akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (15/5/2020), UI melalui Kelompok Bidang Ilmu (KBI) Fisika Medis dan Biofisika dan KBI Instrumentasi Fisika - Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI (FMIPA UI) mengembangkan DSS-CovIDNet, sebuah alat bantu prediksi kasus pneumonia akibat Covid-19 dengan menggunakan program berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) deep-learning.

Program tersebut dirancang oleh tim mahasiswa S2 serta alumni dari Departemen Fisika FMIPA UI yang tergabung dalam tim riset AIRA (artificial intelligence for radiological applications) di bawah arahan Profesor Dr. Djarwani S. Soejoko, FIOMP, dan Prawito, Ph.D.

DSS-CovIDNet menggunakan konsep convolutional neural network (CNN) untuk melakukan klasifikasi dari citra roentgen dada ke dalam 3 (tiga) kelompok, yakni pneumonia Covid-19, pneumonia Non-Covid-19, dan paru normal dengan akurasi mencapai 98,44 persen.

Koordinator Tim AIRA, Lukmanda Evan Lubis mengatakan DSS-CovIDNet diharapkan mampu berkontribusi menambah keyakinan diagnosis dan mengurangi beban dokter spesialis radiologi dengan tingginya workload terkait diagnosis dan pemantauan kasus Covid-19.

Adapun Wakil Rektor UI bidang Riset dan Inovasi Profesor Dr.rer.nat. Abdul Haris, M.Sc  menuturkan tingkat akurasi yang tinggi membuat alat tersebut unggul.

“Akses data juga kami buka dengan harapan memudahkan para peneliti untuk turut menyempurnakan program ini,” katanya.

Penelitian berkenaan dengan deteksi pneumonia tidak hanya dilakukan oleh satu kelompok penelitian saja, melainkan ada tiga tim peneliti interdisipliner lainnya di UI untuk mendeteksi pneumonia Covid-19 menggunakan artificial intelligence (AI) berdasarkan data radiologis.

Para peneliti tersebut adalah Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang bekerja sama dengan DELFT Imaging CAD4COVID di bawah arahan dr. Eric Daniel Tenda, SpPD, dan dr. Benny Zulkarnaien, SpRad(K).

Terdapat pula kelompok peneliti FKUI lainnya di bawah arahan dr Cleopas Martin Rumende, Sp.PD-KP dan dr Telly Kamelia, SpPD, KP untuk mengembangkan algoritma deteksi.

Berikutnya, tim peneliti dari Fakultas Ilmu Komputer UI (Fasilkom UI) yang dipimpin oleh Mirna Adriani, Dra, B.Sc, Ph.D, Dina Chahyati, S.Kom., M.Kom. yang bekerja sama dengan tim dari AI Center Fasilkom UI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

universitas indonesia covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top