Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kematian Corona: 18 Persen adalah Penderita Demensia, Serang Pernafasan

Penderita demensia (penurunan daya ingat) menjadi salah satu objek yang paling rentan kritis ketika terinfeksi Virus Corona baru atau Covid-19. Adapun demensia adalah penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 16 Mei 2020  |  08:07 WIB
Penggali makam membuat kuburan baru seiring dengan jumlah kematian yang terus meningkat setelah penyebaran virus Covid-19, di tempat pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar Brasil, di Sao Paulo, Kamis (2/4/2020)./Antara - Reuters
Penggali makam membuat kuburan baru seiring dengan jumlah kematian yang terus meningkat setelah penyebaran virus Covid-19, di tempat pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar Brasil, di Sao Paulo, Kamis (2/4/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Penderita demensia (penurunan daya ingat) menjadi salah satu objek yang paling rentan kritis ketika terinfeksi Virus Corona baru atau Covid-19. Adapun demensia adalah penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. 

National Health Service (NHS) Inggris, seperti dikutip dari Express UK mengungkap sebanyak 18 persen penderita demensia meninggal setelah terinfeksi virus Corona yang menyerang saluran pernapasan itu. Mereka merinci dari 22.332 pasien yang meninggal sejak 31 Maret, sekitar 5.873 (26 persen) pasien menderita diabetes, sementara 4.048 (18 persen) menderita demensia. 

Sehubungan dengan temuan ini, Alzheimer's Research UK mengatakan penderita demensia perlu dilindungi. Samantha Benham-Hermetz, Direktur Kebijakan dan Urusan Publik di Alzheimer's Research UK, mengatakan meskipun belum jelas korelasi antara Corona dan demensia, namun yang pasti penderita demensia lebih rentan terhadap infeksi tertentu. 

Hal ini lantaran penderita demensia rata-rata adalah lansia di atas 65 tahun. "Mungkin juga orang dengan demensia lebih mudah terpapar virus karena tingginya tingkat infeksi di rumah perawatan," sebutnya, 

Benham-Hermetz berpendapat perlu penelitian untuk mengetahui mengapa penderita demensia sangat rentan kritis saat terinfeksi Corona, sehingga bisa diberikan tindakan yang tepat untuk mencegah kematian lebih lanjut. 

Sementara itu, NHS menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan apabila penderita demensia menunjukkan gejala Corona. Jika orang tersebut mengalami kesulitan bernapas yang parah dengan ciri-ciri terengah-engah, tidak mengeluarkan kata-kata, tersedak, atau bibir membiru, harus segera dibawa ke rumah sakit untuk segera mendapat pertolongan karena itu adalah kondisi darurat. 

Namun apabila menunjukkan gejala umum seperti demam dan batuk terus menerus, biasanya demam akan membaik sebelum batuk, disarankan agar si penderita demensia perlu perbanyak istirahat, minum paracetamol, dan banyak cairan. 

Alzheimer's Society menambahkan, salah satu gejala penderita demensia terinfeksi Corona yakni mengalami delirium, yakni gangguan mental serius yang menyebabkan penderita mengalami kebingungan parah dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Gangguan mental tersebut disebabkan perubahan yang cepat dalam fungsi otak yang terjadi bersamaan dengan penyakit mental atau fisik. 

"Orang itu tiba-tiba akan tampak lebih bingung daripada biasanya dan mengantuk, gelisah, atau teralihkan," tulis Alzheimer's Society dalam laporannya.

Pada kondisi tersebut, terkadang penderita demensia lupa dengan tempat tinggalnya dan mungkin juga berperilaku berbeda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Demensia
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top