Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rutin Minum Hydroxychloroquine, Trump Terancam Mengalami Kebotakan dan Gagal Jantung

Sudah jelas bahwa Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan Pemerintah AS (FDA) dilansir dari Metro UK menyebut hydroxychloroquine hanya disetujui untuk mengobati lupus dan rheumatoid arthritis.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  16:10 WIB
President Donald Trump saat berkunjung ke Honeywell International Inc. produsen masker N95 di Phoenix pada 5 Mei 2020. - Bloomberg/Brendan
President Donald Trump saat berkunjung ke Honeywell International Inc. produsen masker N95 di Phoenix pada 5 Mei 2020. - Bloomberg/Brendan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya harus bersiap menghadapi efek samping penggunaan hydroxychloroquine, sebagai upaya pencegahan virus corona. Adapun Trump mengonsumsi obat tersebut mengabaikan saran dari pejabat kesehatannya.

Sudah jelas bahwa Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan Pemerintah AS (FDA) dilansir dari Metro UK menyebut hydroxychloroquine hanya disetujui untuk mengobati lupus dan rheumatoid arthritis. Penggunanya pun harus sesuai rekomendasi dokter di rumah sakit karena dapat menyebabkan masalah jantung. 

Sementara itu, Drugs.com menyebut efek samping lain akibat penggunaan obat ini termasuk sakit kepala, mual, sakit perut, ruam kulit, gatal, dan rambut rontok. 

Dr. Hilary Jones dari Good Morning Britain's bahkan mengatakan lebih baik menggunakan obat pemutih ketimbang hydroxychloroquine karena berpotensis angat beracun. "Bahkan sejak awal China mengatakan itu tidak menunjukkan manfaat apa pun, dan itu belum menunjukkan manfaat dalam penelitian lain," sebutnya 

Penggunaan hydroxychloroquine menurut dokter ini bisa menyebabkan gagal jantung dan penyimpangan jantung, hingga racun bagi hati. Oleh karena itu penggunannya pun sangat hati-hati dan berlaku pada penyakit tertentu.

Trump pada konferensi pers kemarin menyatakan dia mengonsumsi hydroxychloroquin sudah satu setengah pekan, walaupun sudah dilarang dokter di Gedung Putih. "Saya mulai mengambilnya, karena saya pikir itu bagus. Saya sudah mendengar banyak cerita bagus," sebutnya.

Dia menepis kekhawatiran tentang efek samping obat dan mengklaim banyak dokter yang meminumnya.

Pernyataan pria baruh baya ini mendapat kritikan keras dari para petugas medis dan politisi, termasuk Ketua DPR Pelosi yang mengatakan bahwa Trump sangat berisiko terhadap efek samping obat di samping karena postur badannya yang gemuk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jantung Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top