Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waspadai Penyakit Pasca-Ramadan Akibat Pola Makan Tak Sehat

Apalagi, ada potensi masalah berat badan atau obesitas selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pandemi Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  20:22 WIB
Ilustrasi / Masakan bersantan. Antara
Ilustrasi / Masakan bersantan. Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam menuturkan penyakit pasca-Ramadan kebanyakan disebabkan karena pola makan yang tidak sehat.

“Biasanya makanan-makanan Lebaran itu masih banyak di meja dan masalahnya makan itu dipanaskan lagi berkali-kali,” kata Ari di dalam diskusi daring bertajuk 'Antisipasi Penyakir Pasca Ramadan', Jakarta, pada Senin (25/5/2020).

Ari mengatakan masakan yang dipanaskan itu berpotensi memiliki kandungan kolesterol jahatnya semakin tinggi.

“Gulai, rendang yang dipanaskan berkali-kali itu semakin pekat nilai garamnya, semakin tinggi dari unsur lemaknya. Kandungan kolesterolnya juga makin meningkat,” kata dia.

Apalagi, Ari yang juga dokter spesialis penyakit itu menemukan masalah berat badan atau obesitas cenderung naik selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Malahan, makanan yang ada saat Lebaran itu hanya dikonsumsi oleh oleh anggota keluarga di rumah saja,” ujarnya.

Nutrition & Wellness Consultant Nutrifood M. Aldis Ruslialdi mengatakan pola asupan saat Lebaran cenderung meningkat walau di masa pandemi Covid-19 karena banyak keluarga merayakan Lebaran di rumah saja. Praktik makanan seimbang yang terdiri daru karbohidrat, sayur, dan protein menjadi susah dijalani.

Sebenarnya, lanjut Aldis, yang harus diperhatikan adalah mengontrol makan saat Lebaran. "Sebab tidak bisa dimungkiri selain kita masak juga ada hantaran kerabat yang membuat stok makanan juga meningkat."

Aldis pun membagikan trik untuk mengontrol makan saat Lebaran sehingga mengurangi rasa bersalah.

"Sebagai contoh, makan opor jangan pakai tambah banyak kuah, pilih bagian dada ayam dagingnya, begitu juga dengan rendang dimakan dagingnya saja," ucap Aldhis dalam Zoom Media Virtual bersama Nutrifood, (22/5/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lebaran idulfitri Virus Corona
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top