Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Studi: Pria Berjari Manis Panjang Lebih Kebal terhadap Virus Corona

Pria dengan jari manis yang lebih panjang memiliki kemungkinan lebih rendah untuk meninggal akibat virus corona penyebab Covid-19, dan cenderung menghadapi gejala ringan, menurut sebuah studi terbaru baru yang diterbitkan dalam jurnal Early Human Development.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  10:42 WIB
Jari tangan. - Istimewa
Jari tangan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pria dengan jari manis yang lebih panjang memiliki kemungkinan lebih rendah untuk meninggal akibat virus corona penyebab Covid-19, dan cenderung menghadapi gejala ringan, menurut sebuah studi terbaru baru yang diterbitkan dalam jurnal Early Human Development.

Alasannya?

Panjang jari manis diyakini terkait dengan seberapa lama seorang pria terpapar testosteron dalam rahim. Semakin panjang jari tersebut, semakin besar paparan hormonalnya, menurut jurnal itu seperti dikutip nypost.com, Rabu (27/5/2020).

Testosteron dipercaya melindungi diri terhadap virus corona derajat parah karena meningkatkan konsentrasi enzim pengonversi angiotensin 2 (ACE2) dalam tubuh.

Pada awal bulan ini, para peneliti memperkirakan bahwa pria, tanpa menyebutkan panjang jari, lebih dari dua kali lebih mungkin meninggal akibat Covid-19 daripada wanita karena kehadiran ACE2 yang lebih besar ditemukan dalam darah mereka.

ACE2, reseptor dan penjaga gerbang sel, berkaitan dengan virus corona, sehingga memungkinkannya menyebabkan infeksi.

Studi lain menunjukkan bahwa tingkat ACE2 yang lebih tinggi, yang diperkirakan menciptakan titik masuk yang lebih besar bagi virus untuk menginfeksi sel, dapat melindungi pria dari kerusakan paru-paru.

Berkenaan dengan paru, virus corona diketahui menurunkan jumlah reseptor ACE2 di dalam tubuh. Akan tetapi, tampaknya pria yang memiliki kadar enzim lebih tinggi bisa lebih terlindungi dari murka penyakit mematikan itu daripada pria dengan jumlah yang lebih rendah.

Penelitian yang dipimpin Swansea University itu meneliti data dari 200.000 orang di 41 negara, mereka mengukur jari manis sukarelawan dan membandingkan dengan jari telunjuk mereka ke milimeter terdekat.

"Rasio angka" yang lebih kecil berarti jari manis lebih panjang, dan sifat ini ditemukan di negara-negara termasuk Malaysia, Rusia dan Meksiko di mana tingkat kematian akibat Covid-19 lebih rendah.

Negara di mana pria memiliki rasio angka yang lebih tinggi, yang berarti jari manisnya lebih pendek, termasuk Inggris, Spanyol dan Bulgaria, tingkat kematian yang lebih tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top