Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pancasila dan Kegotongroyongan Pengusaha

Kami pengusaha bergotong royong, mengumpulkan donasi dari sesama pengusaha, lalu membelikan bahan kebutuhan pokok yang dibutuhkan, kemudian kami bagikan secara bersama-sama.
Wibisono Sidiadinoto
Wibisono Sidiadinoto - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  16:05 WIB
Wibisono Sidiadinoto. - Dok. pribadi
Wibisono Sidiadinoto. - Dok. pribadi

Bisnis.com, JAKARTA — “Without private sector involvement, the government will have tough time.”

Saya memulai dengan kalimat yang kutip dari David Whitaker di atas. Tanpa peran pengusaha, pemerintah tentu akan mengalami kesulitan. Kesulitan dalam hal apa? Tentu hampir semua bidang yang berurusan dengan kebutuhan hajat hidup masyarakat.

Akan tetapi, dalam konteks ini saya persempit dalam upaya pemerintah mengatasi pandemi Covid-19.

Sejak pandemi virus corona menyebar di Indonesia yang pertama diumumkan pemerintah awal Maret 2020, situasi abnormal melanda Indonesia. Abnormal karena semua aktivitas masyarakat di luar kebiasaan.

Transportasi publik yang biasanya ramai, sampai uyel-uyelan, berubah menjadi sepi. Pusat perbelanjaan atau mal, yang tingkat kunjungannya ramai, sejak pandemi juga sepi.

Gedung perkantoran tidak semarak hari biasa. Pemandangan macet di Ibu Kota yang kerap menghiasi, kini praktis tidak ditemui.

Masyarakat memilih berdiam diri. Dari abnormal, masyarakat mencoba menyesuaikan diri dengan pola baru atau istilah bekennya new normal.

Pertemuan, rapat, reuni, silaturahmi, dan lainnya sekarang lebih banyak dilakukan melalui sarana daring video conference.

Masyarakat mematuhi imbauan pemerintah untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah. Bagi kalangan berada, aktivitas itu tentu saja bukan satu kendala.

Bagaimana dengan mereka yang setiap hari harus bekerja serabutan, mencari penghasilan secara harian? Pandemi Covid-19 ini seolah memutus rantai penghasilan mereka.

Bayangkan saja, pelaku seni di kawasan wisata Kota Tua, sekarang ini harus rela kehilangan penghasilan sementara waktu sejak kawasan itu ditutup karena pandemi Covid-19. Belum lagi masyarakat lain yang penghasilannya diperoleh secara harian. Mereka tetap harus berjuang.

Pemerintah memang memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Persoalannya, seberapa kuat kantong pemerintah itu menanggung ongkos bantuan sosial yang tentu nilainya tidak kecil.

Berangkat dari persoalan itulah, kami kalangan pengusaha yang tergabung dalam Mercantile Athletic Club (MAC) membangun kesadaran bersama untuk turut meringankan beban pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Bukan hanya masyarklat umum yang membutuhkan, kami pengusaha juga memberikan bantuan makanan sehat kepada para tenaga medis di rumah sakit yang berjuang sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Prinsipnya, kalau tenaga medis di rumah sakit sehat, mereka semua tentu akan mampu membantu masyarakat yang sakit saat pandemi seperti ini.

Kami pengusaha bergotong royong, mengumpulkan donasi dari sesama pengusaha, lalu membelikan bahan kebutuhan pokok yang dibutuhkan, kemudian kami bagikan secara bersama-sama.

Meskipun, rekan-rekan kami pengusaha belum tentu semuanya beruntung bisa lepas dari hantaman krisis pandemi Covid-19 ini.

Rekan pengusaha kami yang berbisnis di transportasi misalnya, kegiatan usahanya juga tersendat saat pandemi. Mereka yang bergerak di bidang meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) juga terdampak karena selama pandemi tidak banyak kegiatan pertemuan.

Selama pandemi virus corona ini, pengusaha juga dilanda kegelisahan, dilanda kesulitan untuk kelangsungan bisnisnya.

Tapi kami pengusaha menyadari, kami melihat Indonesia. Kami melihat sebagai sesama anak bangsa. Dalam kerangka itulah, kalangan pengusaha terpanggil untuk bersama-sama dengan pemerintah membantu saudara kami yang membutuhkan.

Bangsa ini memiliki modal kebersamaan, kegotongroyongan yang kuat. Modal inilah yang harus dijaga bersama-sama. Bakti kami untuk Indonesia. Selamat hari lahir Pancasila 1 Juni.

*Penulis adalah Direktur Utama PT Jakarta Land Management & member MAC

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pancasila covid-19
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top