Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di rilis Juli, Produksi Film 'Tenet' Habiskan Biaya Lebih dari US$200 Juta

Perusahaan biasanya tidak akan rela mengeluarkan bujet hingga sembilan digit kecuali mereka yakin target penonton film tersebut memiliki pangsa pasar yang meyakinkan, sementara film-film unik dinilai sebagai taruhan yang terlampau tinggi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  15:10 WIB
Tenet
Tenet

Bisnis.com, JAKARTA -- Di era Hollywood modern, pembuat film dengan ide dapat dipastikan kesulitan menemukan studio yang bersedia menyediakan anggaran setinggi langit.

Perusahaan biasanya tidak akan rela mengeluarkan bujet hingga sembilan digit kecuali mereka yakin target penonton film tersebut memiliki pangsa pasar yang meyakinkan, sementara film-film unik dinilai sebagai taruhan yang terlampau tinggi.

Christopher Nolan jelas bukan pembuat film normal biasa, apalagi setelah dikabarkan bahwa film thriller fiksi ilmiah yang digarapnya, "Tenet", dibuat dengan anggaran lebih dari US$200 juta.

Dilansir melalui Cinema Blend, film yang akan dirilis pada 17 Juli mendatang akan menjadi film termahal Nolan setelah 'The Dark Knight' (2012) yang menghabiskan seperempat miliar dolar atau US$250 juta.

"Ketika Anda melihat jejak Christopher Nolan di box office, dapat dimengerti mengapa Warner Bros bersedia untuk menggelontorkan begitu banyak uang untuk membuat Tenet," seperti dikutip melalui Cinema Blend, Senin (1/6).

Bagaimanapun, Nolan adalah pembuat film yang selalu menghasilkan uang dengan nama besar, seperti yang dicapai oleh trilogi Dark Knight, tetapi dalam beberapa tahun terakhir dia telah menetapkan gaya auteur sebagai brandingnya.

Beberapa catatan menunjukkan bahwa 'Interstellar' (2014) menghabiskan biaya US$165 juta, namun pemutarannya di bioskop di seluruh dunia berhasil melipatgandakan modal tersebut hingga empat kali lipat.

Demikian juga, film perang epik 'Dunkirk' (2017) yang menelan biaya hingga US$100 juta, tetapi itu tidak terlalu berarti dalam jangka panjang karena film tersebut menghasilkan lebih dari US$500 juta dalam penjualan tiket di seluruh dunia.

EKSPEKTASI PENONTON

Beberapa waktu lalu Nolan mengatakan bahwa dia ingin film barunya menjadi judul yang menyambut pemirsa kembali ke bioskop, tetapi belum dapat dipastikan apakah penonton sudah akan merasa cukup nyaman untuk pergi ke bioskop di bulan Juli.

Cinefiles menyambut gembira film baru Nolan, tetapi mereka mungkin tidak cukup bersemangat untuk membahayakan kesehatan dan keselamatan mereka.

'Tenet' tampaknya akan menjadi penentu apakah Hollywood siap menghadapi masa depan dunia hiburan terkait pengalaman menonton film di bioskop ketika ketidakpastian dari pandemi masih tinggi.

Jika kondisinya dinyatakan aman unutk pergi ke bioksop pada pertengahan Juli, penonton dipastikan akan mengisi penuh teater, sambil tetap mematuhi aturan dan peraturan yang berlaku.

Di sisi lain, jika orang tidak cukup siap untuk menonton film pada bulan Juli dan 'Tenet' gagal mengundang banyak penonton, semua studio Hollywood lainnya mungkin panik dan menutup semua proyek besar mereka sampai tahun baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bioskop film hollywood
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top