Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lebih Berbahaya, Virus Unggas Diklaim Bisa Musnahkan Setengah Populasi Dunia

Dia menjelaskan bahwa hubungan dekat manusia dengan hewan dapat menyebabkan jenis epidemi terburuk. Beberapa penyakit lain seperti Covid-19, flu babi, berasal dari hewan. Flu burung H5NI yang muncul di China pada 1997 nyatanya terjadi lagi pada 2003 dan 2009 di negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa virus tersebut tidak sepenuhnya hilang dan kemungkinan wabahnya meningkat.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  17:51 WIB
Peternakan unggas - disnak.jabarprov.go.id
Peternakan unggas - disnak.jabarprov.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – Penulis buku ‘How Not To Die’ Dr Michael Greger mengklaim virus baru dari peternakan ayam yang disebut virus apokaliptik akan menyebabkan pandemi yang lebih berbahaya daripada virus corona. Bahkan ilmuwan itu menyebut ini berpotensi memusnahkan setengah populasi dunia.

“Selama ada unggas, akan ada pandemi," uajr Greger yang merupakan dokter dari Amerika Serikat itu dilansir dari Boldsky, Jumat (5/6/2020).

Dia menjelaskan bahwa hubungan dekat manusia dengan hewan dapat menyebabkan jenis epidemi terburuk. Beberapa penyakit lain seperti Covid-19, flu babi, berasal dari hewan. Flu burung H5NI yang muncul di China pada 1997 nyatanya terjadi lagi pada 2003 dan 2009 di negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa virus tersebut tidak sepenuhnya hilang dan kemungkinan wabahnya meningkat.

Peternakan unggas atau ayam menurutnya menjadi tempat berkembang biaknya penyakit. Hal ini disebabkan ayam dalam jumlah massal hidup di ruang yang sangat sempit dengan tingkat amonia yang tinggi dari kotoran yang tidak dibersihkan.

Oleh karena itu Dr. Greger menyarankan agar masyarakat beralih dari peternakan massal ke kawanan yang kecil dengan akses luar ruangan. Produksi telur yang tidak wajar juga perlu dihentikan, stop penggunaan vaksin untuk hewan, dan terapkan kebersihan di peternakan.

"Semakin banyak hewan yang diternakkan massal, semakin banyak virus yang berkembang biak, dan sewaktu-waktu menjadi pandemi yang saat ini mungkin tersembunyi di lapisan paru-paru ayam,” sebutnya.

Greger turut pula menyarankan agar lebih baik saat ini beralih dari menkonsumsi daging menjadi vegetarian, yang lebih menyehatkan.

Peternakan unggas yang menjadi pemicu pandemi bukanlah hal baru. Berbagai penelitian telah mengaitkan peternakan unggas dengan beberapa penyakit. Satu studi, yang berfokus pada peternakan unggas di Indonesia menemukan bahwa penyaki, bakteri, dan virus yang menginfeksi ayam broiler di peternakan adalah penyakit pernafasan kronis (CRD) dan colibacillosis, dan penyakit bursal menular (IBD /gumboro) dan penyakit newcastle (ND).

Penyakit lain yang ditemukan pada tingkat prevalensi rendah adalah snot dan ascites dan menyarankan perlunya menerapkan efek untuk mengendalikan virus. Studi lain menunjukkan bahwa sementara produksi unggas telah menjadi bagian integral dari peternakan kecil selama berabad-abad, penting untuk mencapai keamanan dan keamanan pangan untuk menghindari munculnya penyakit menular.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unggas pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top