Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cara Mengenali Telur Infertil

Telur infertil biasa disebut juga telur HE (hatched egg) seharusnya tidak dijual sebagai telur konsumsi, karena sangat rentan menjadi tampat tumbuh jamur
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  19:39 WIB
Pedagang menata telur
Pedagang menata telur

Bisnis.com, JAKARTA - Telur infertil adalah telur yang tidak menetas atau memang sengaja tidak ditetaskan.

Telur infertil biasa disebut juga telur HE (hatched egg) seharusnya tidak dijual sebagai telur konsumsi, karena sangat rentan menjadi tampat tumbuh jamur dan bakteri sehingga menyebabkan telur cepat membusuk.

Sayangnya, ada di pasaran telur infertil banyak dijual. Padahal membahayakan. Nah, sebelum Anda terjebak membeli telur yang satu ini dan mengonsumsinya, berikut cara mengenali telur infertil seperti dikutip dari wikihow:

1. Memeriksa Kesuburan Telur

Lakukan candling pada telur untuk melihat perkembangan embrionya. Jika telur telah diinkubasi selama beberapa hari, Anda bisa menerawang telur untuk menentukan kesuburannya. Pegang telur pada lilin atau cahaya kuat seperti lampu inkubator dan amati isinya.

Telur yang subur memiliki tanda-tanda perkembangan yang jelas seperti kehadiran jaringan pembuluh darah, embrio yang buram pada ujung besar telur, dan bahkan pergerakan dalam telur.

Telur yang embrionya tidak lagi berkembang memiliki cincin atau garis darah. Oleh karena tidak layak lagi, pembuluh darah yang menyokong telur sudah tercabut.
Telur yang mandul atau infertil akan tampak cukup bening tanpa garis, cincin, atau pembuluh darah.

2. Amati jika telur mengapung

Biasanya telur infertil akan mengapung karena volume di dalamnya tidak cukup besar untuk bisa tenggelam. Jika berisi embrio, telur menjadi lebih berat dan tenggelam. Oleh karenanya, coba beberapa pemeriksaan berikut:Tunggu sampai telur burung berusia beberapa hari dan seluruh embrionya berkembang.

Praktiknya, sebaiknya telur subur hanya boleh dipindahkan sesekali dan tidak boleh terlalu sering. Kalau telur dipindahkan dari inkubator terlalu awal, perkembangannya bisa tersendat dan kalau terlalu lambat, anak ayam di dalamnya akan kesakitan.

Siapkan mangkuk berisi air hangat. Pastikan Anda menggunakan air hangat seandainya telur burung dalam keadaan subur.
Letakkan telur dengan hati-hati dalam air. Lakukan dengan lembut karena sebagian telur sangat rapuh.

Amati apakah telur mengapung atau tenggelam.
Kembalikan telur yang subur ke inkubator sesegera mungkin.

3. Pecahkan telur untuk mengecek kesuburan

Cara paling akurat untuk menguji kesuburan telur di tahap awalnya adalah membuka cangkang untuk melihat isinya. Ketika pecah, Anda akan melihat blastodisc (keping lembaga) untuk melihat apakah berubah menjadi blastoderma. Tentunya, jangan terapkan langkah ini jika telur berencana dikembangbiakkan atau diinkubasi.

Jika telur burung akan dikonsumsi, telur fertil dan infertil tidak memiliki perbedaan dalam rasa.Telur yang fertil akan memiliki blastoderma yang tampak seperti simbol target atau lingkaran putih. Warna putih blastoderma akan terlihat cukup buram dengan pinggiran solid dan tegas.

Lapisan luar yang lebih cerah dan hampir transparan akan mengelilingi titik yang lebih padat.

Telur infertil akan memiliki blastodisc yang berbentuk aneh dan warna putih yang samar dan keruh.

Semua telur, baik fertil maupun infertil, akan memiliki titik putih atau blastodisc.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telur kesehatan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top