Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Jenis Olahraga yang Populer dan Meredup Selama Pandemi Corona

Pandemi virus corona (Covid-19) telah mengurangi kegiatan olahraga masyarakat di luar rumah.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  10:30 WIB
Bersepeda bermanfaat untuk kesehatan. - Istimewa
Bersepeda bermanfaat untuk kesehatan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Selama masa pandemi virus Corona (Covid-19), aktivitas fisik masyarakat di seluruh dunia mengalami perubahan sebab mereka harus mengisolasi diri di rumah dan menghindari kegiatan di luar rumah.

Kegiatan olahraga di luar ruangan seperti lari, berenang, dan bersepeda mulai berkurang tetapi bukan berarti masyarakat menghentikan rutinitas olahraganya. Sebaliknya, banyak masyarakat yang melakukan olahraga di dalam ruangan atau fitness sebagai alternatif pilihan yang dilakukan baik oleh atlet profesional maupun masyarakat dengan gaya hidup aktif.

Demikian, analisis yang dilakukan oleh Garmin, brand navigasi GPS dan perangkat nirkabel terhadap aktivitas fisik atau olahraga masyarakat selama pandemi Covid-19 dengan membandingkan data April 2020 dengan April 2019. Berikut perubahan aktivitas fisik pengguna Garmin di seluruh dunia saat pandemi:

1. Langkah Harian Menurun

Berdasarkan data pengguna Garmin, langkah harian masyarakat seluruh dunia pada April 2020 menurun sebesar 12 persen jika dibandingkan dengan April tahun lalu, termasuk Indonesia dengan penurunan yang cukup signifikan.

2. Olahraga yang Terukur Meningkat

Walaupun penurunan pada jumlah langkah atau pergerakan secara general jelas terjadi. Namun, saat diamati lebih dalam, data pengguna yang hanya berfokus pada kegiatan olahraga yang tercatat (logged activities) di perangkat Garmin justru memperlihatkan hasil sebaliknya, yaitu terjadi peningkatan jumlah langkah sebesar 24 persen di seluruh dunia.

Peningkatan jumlah langkah tersebut terjadi karena kecenderungan masyarakat yang mengganti langkah harian pada aktivitas normal mereka dengan melakukan  olahraga yang terukur seperti walking, lari, indoor cycling, dan berbagai aktivitas lainnya.

3. Bersepeda di ruangan kian populer saat pandemi

Pandemi Covid-19 menimbulkan perubahan pada jenis aktivitas fisik yang dilakukan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pada data di bawah ini, Garmin mengilustrasikan beberapa aktivitas fisik yang semakin populer saat pandemi di masing-masing negara.

Secara keseluruhan, bersepeda dalam ruangan (indoor cycling) menjadi aktivitas fisik yang mendapatkan popularitas tertinggi di berbagai negara selama pandemi berlangsung. Indonesia adalah salah satu negara di mana indoor cycling mengalami peningkatan terbesar pada bulan April 2020.

4. Aktivitas yang meredup selama pandemi

PSBB yang diterapkan di hampir seluruh negara berdampak pada beberapa jenis aktivitas fisik yang juga mengalami penurunan. Diantara aktivitas fisik lain, berenang menjadi kegiatan yang paling terpengaruh oleh pandemi. Masyarakat tidak mengurangi porsi berenang tetapi menghentikan aktivitas renang secara total, seperti yang divisualisasikan pada data di bawah ini.

Pada masa pandemi seperti saat ini, para perenang tidak lantas berdiam diri, tetapi mereka tetap berlatih di rumah seperti yang dilakukan oleh atlet triatlon asal Kanada, Paula Findlay. "Karena semua kolam renang di Oregon tempat saya tinggal ditutup, saya banyak melakukan latihan kebugaran (gym) dan kekuatan di rumah. Saya berusaha untuk menyerupai gerakan otot dan teknik yang dilakukan saat berenang," ucap Findlay.

Tingkat perubahan persentase pada data bergantung pada jumlah populasi dan seberapa ketat penerapan aturan PSBB di masing-masing negara. Negara-negara dengan aturan yang lebih longgar cenderung memiliki penurunan aktivitas yang tidak terlalu signifikan.

olahraga yang meredup

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda olahraga kebugaran
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top