Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

90 Hari Tidak Aktif, Data Akun Facebook Anda Bisa Tersebar ke 5.000 Pengembang

Pada 2018, Facebook mengumumkan akan secara otomatis mencegah aplikasi pihak ketiga menggunakan Login Facebook untuk mendapatkan data pengguna jika pengguna tidak menggunakan aplikasi dalam 90 hari terakhir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Juli 2020  |  22:51 WIB
Ilustrasi Facebook. - Bloomberg/Chris Ratcliffe
Ilustrasi Facebook. - Bloomberg/Chris Ratcliffe

Bisnis.com, JAKARTA -  Bagi Anda pemilik akun facebook yang sudah 90 hari tidak aktif, waspada jika data akun Anda tersebar ke pihak ketiga.

Hal itu menyusul pengakuan Facebook yang mengatakan ada "masalah" dengan sistem yang menyebabkan raksasa media sosial itu berbagi data pengguna dengan 5.000 pengembang setelah 90 hari akun tidak aktif.

Pada 2018, Facebook mengumumkan akan secara otomatis mencegah aplikasi pihak ketiga menggunakan Login Facebook untuk mendapatkan data pengguna jika pengguna tidak menggunakan aplikasi dalam 90 hari terakhir.

Namun, dikutip dari laman Gadgets 360, Minggu, sekitar 5.000 pengembang terus menerima informasi meskipun pengguna tidak aktif selama 90 hari. Raksasa jejaring sosial itu mengatakan menemukan masalah baru-baru ini, dan telah memperbaikinya.

Facebook tidak menyebutkan berapa banyak pengguna yang terpengaruh akibat masalah ini.

Seperti Google, Facebook memungkinkan pengembang aplikasi untuk memudahkan pengguna mendaftar tanpa harus membuat akun baru  yang berarti memberi pengembang akses ke sejumlah data dari Facebook.

Dalam postingan di Facebook, VP of Platform Partnerships at Facebook, Konstantinos Papamiltiadis, mengatakan bahwa "dalam beberapa kasus, aplikasi terus menerima data yang sebelumnya disetujui pengguna, meskipun tampaknya mereka tidak menggunakan aplikasi tersebut dalam 90 hari terakhir."

Aturan pemutusan informasi dalam 90 hari diperkenalkan pada 2018 sebagai upaya untuk melindungi privasi dan data pengguna saat pengguna menggunakan Facebook untuk masuk ke aplikasi lain.

Papamiltiadis menyatakan bahwa Facebook memperkirakan sekitar 5.000 pengembang terus menerima informasi pengguna seperti pengaturan bahasa atau jenis kelamin pengguna setelah 90 hari tidak aktif.

"Kami belum melihat bukti bahwa masalah ini menghasilkan berbagi informasi yang tidak konsisten dengan izin yang diberikan orang ketika mereka masuk menggunakan Facebook," ujar Papamiltiadis.

Papamiltiadis mengatakan bahwa masalah itu telah diperbaiki sehari setelah ditemukan, dan menambahkan bahwa Facebook akan terus menyelidiki dan "memprioritaskan transparansi setiap pembaruan besar."

Facebook tidak menyebutkan apa saja informasi dan data pengguna yang diakses oleh para pengembang, namun mengatakan bahwa isu ini menyebabkan berbagi data tidak sah.

Facebook mengatakan hal ini "bisa terjadi ketika seseorang menggunakan aplikasi kebugaran untuk mengundang teman-teman mereka dari kota asal mereka ke tempat latihan, tetapi kami (Facebook) tidak menyadari bahwa beberapa teman mereka sudah tidak aktif selama beberapa bulan."

Papamiltiadis mengatakan bahwa ketentuan platform dan kebijakan pengembang yang baru telah diperkenalkan, yang akan "membatasi informasi yang dapat dibagi pengembang dengan pihak ketiga tanpa persetujuan eksplisit dari orang-orang."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook aplikasi

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top