Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Studi Temukan Anak-anak Lebih Kuat Saat Terinfeksi Covid-19

Penelitian yang dilakukan selama empat bulan sejak akhir Januari lalu ini dan mengambil data klinis lebih dari 7.500 anak-anak dan dewasa ini mendapati bahwa 19 persen anak dengan Covid-19 tidak memiliki gejala.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  12:48 WIB
Ilustasi - Seorang anak makan buah dan sayur. - Istimewa
Ilustasi - Seorang anak makan buah dan sayur. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Para peneliti dari Long School of Medicine di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di San Antonio menemukan fakta bahwa anak-anak lebih kuat menghadapi infeksi virus corona.

Melansir Times of India, Selasa (7/7/2020), dalam laporannya yang diterbitkan dalam jurnal EClinicalMedicine, sebuah jurnal The Lancet, mereka menemukan angka kematian yang minim pada anak-anak.

Penelitian yang dilakukan selama empat bulan sejak akhir Januari lalu ini dan mengambil data klinis lebih dari 7.500 anak-anak dan dewasa ini mendapati bahwa 19 persen anak dengan Covid-19 tidak memiliki gejala, 21 anak-anak lesi bercak pada rontgen paru-paru, 5,6 persen menderita koinfeksi, seperti flu, di atas Covid-19.

Kemudian 3,3 persen dirawat di unit perawatan intensi dan hanya ada tujuh kematian yang dilaporkan.
"Dalam penelitian ini kami melaporkan gejala yang paling umum, mengukur temuan laboratorium, dan menggambarkan karakteristik pencitraan anak-anak dengan Covid-19. Selain itu, kami merangkum perawatan yang diberikan dan menawarkan pandangan awal dari segelintir pasien yang memenuhi kriteria Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS untuk sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak,” kata Alvaro Moreira, penulis senior dalam studi ini, dilansir dari Science Daily.

Adapun gejala yang paling umum di antara anak-anak sama dengan yang terjadi pada orang dewasa, yakni berupa demam dan batuk. Sekitar 56 persen anak memiliki dua gejala ini.

Sebanyak 152 anak memiliki riwayat medis seperti penyakit jantung, pernapasan, atau sistem kekebalan tubuh yang terganggu. Sementara itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami lebih baik siapa yang lebih berisiko mengembangkan peradangan parah dan kegagalan multiorgan karena infeksi coronavirus yang baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak Virus Corona pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top