Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Epidemiologi Minta WHO Cermati Penularan Virus Corona dari Udara

Penularan virus corona melalui udara disebabkan oleh penyebaran tetesan pernafasan berukuran kecil (aerosol) yang melayang di udara dalam jarak dan waktu yang lama.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  20:32 WIB
Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien saat kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (1/2/2020). -  ANTARA / Yusuf Nugroho
Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien saat kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (1/2/2020). - ANTARA / Yusuf Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak terburu-buru mengeluarkan protokol baru. Hal ini terkait pengakuan bahwa virus corona atau Covid-19 bisa ditularkan melalui udara.

Adapun penularan udara yang dimaksud yakni disebabkan oleh penyebaran tetesan pernafasan berukuran kecil (aerosol) yang melayang di udara dalam jarak dan waktu yang lama.

Penularan dapat terjadi ketika dilakukannya prosedur medis, seperti memasukkan tabung pernapasan ke pasien. Namun ratusan ahli menyebut hal ini juga terjadi di dalam ruangan tertutup yang dipadati banyak orang dan memiliki ventilasi buruk.

Dengan temuan para ahli tersebut, Syahrizal berpendapat bahwa kasus ini tidak bisa digeneralisasi. Sebab, penyebaran lewat udara terbilang spesifik karena aktivitas medis dan kalaupun mungkin, terjadi di ruangan tertutup, padat, dan berventilasi buruk.

"Warning, itu tidak berarti bahwa virus ini menular airborne. Tidak berlaku di ruang publik, terbuka.

Situasi itu yang bersyarat," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (10/7/2020).

Oleh karena situasi yang bersyarat itu, Syahrizal meminta WHO lebih cermat apabila nanti akhirnya mengeluarkan protokol baru.

"Inikan situasi bersyarat. Kalaupun dikeluarkan protokol baru, itu untuk ruang padat, tertutup, ventilasinya buruk," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top